Pimpinan MPR Minta Jokowi Copot Sri Mulyani, Arief Poyuono: Lucu Sama Kayak Anak SD

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Jokowi
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Presiden Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA— Arief Poyuono turut mengomentari desakan MPR RI Minta Presiden Jokowi mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sikap MPR tersebut lucu sama kayak anak SD.

“Pimpinan MPR sama kayak anak SD lucu, minta Jokowi memecat ibu Sri Mulyani,” kata Arief dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Jumat (3/12/2021).

Menurut mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, hal tersebut bukan tugas Pimpinan MPR minta Jokowi mencopot Sri Mulyani.

“Kenapa harus dipecat ya mba sri mulyani, memang MPR tugasnya kasih rekomendasi presiden untuk mecat menteri ya,” ujarnya.


Menurut Arief Poyuono, masalah pemotongan anggaran MPR itu merupakan kebijakan pemerintah.

Hal tersebut juga dilakukan untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Pemotongan anggaran dilakukan untuk dialihkan ke pandemi Covid-19. Saat orang tuanya kekurangan penghasilan akibat covid 19 terus pada ngambek dan baperan,” tandasnya.

Sebelumnya, MPR RI mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Alasan MPR mendesak Jokowi mencopot Menkeu karena angganran MPR dipangkas.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPr RI Fadel Muhammad kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

“Alasan diri MPR minta Jokowi memecat Sri Mulyani karena minimnya anggaran MPR RI, padahal saat ini MPR memiliki 10 orang pimpinan,” ujarnya.

Karena itu, Fadel mengusulkan agar Sri Mulyani dicopot dari jabatannya sebagai Menkeu.

“Kita dari pimpinan MPR mengusulkan ke presiden memberhentiksn saudara menteri keuangan,” ucapnya.

Fadel menilai, Sri Mulyani tidak layak lagi menjadi Menkeu karena tidak etik dan tidak cakap melakukan kebijakan negara.

Fadel mengaku, MPR kecewa dengan berbagai sikap Sri Mulyani, terutama terhadap MPR RI.

Bahkan, beberapa teman di kabinet ada yang menyebut ada konflik dengan Menkeu.

“Saya kira menkeu anggap enteng MPR RI, padagal MPR salah satu lembaga negara yang peran penting dalam membangun negara,” ucapnya.

Karena sikap Sri Mulyani itu, Fadel megatakan, pimpinan MPR RI sudah setuju jika Jokowi memberhentikan Sri Mulyani sebagai Menkeu.

“Kita tidak anggap MPR sebagai lembaga negara, dia menyepelekan MPR itu tanggapan temen MPR, diusulkan diberhentikan,” tuturnya.

Kemudian, sambung Fadel, Sri Mulyani juga menjanjikan akan melakukan rapat dengan MPR RI sebanyak 6 kali.

“Sementara yang terealisasi hanya 4 kali. Pimpinan MPR rapat dengan Kemenkeu, sudah ada janj tapi banyak yg batal diilakukan,” tandasnya. (muf/pojoksatu)