Arief Poyuono Sebut Pimpinan MPR Baperan, Kayak Anak SD Kurang Jajan

Arief Poyuono
Arief Poyuono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut semua pimpinan MPR RI baperan kayak anak SD.


Itu terkait dengan meminta Presiden Jokowi mencopot Menteri Keuangan (Mekeu) Sri Mulyani karena anggaran MPR dipangkas.

“Jangan pada kayak anak SD yang kekurangan jajan, terus pada ngambek dan baperan,” ujarnya dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Jumat (3/11/2021).

Seharusnya, Pimpinan MPR RI paham dengan kondisi ekonomi negara.


“Kalau persoalan anggaran MPR turun terus juga, itu sejalan dengan keadaan keuangan negara memang sedang kosong, kan baru paham,” ucapnya.

Lagu pula, lanjut Arief, pemotongan anggaran tidak hanya terjadi di MPR, tetapi disemua lembaga pemerintahan.

“Semua lembaga negara dipotong anggarannya karena lagi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Kemudian, masalah pencopotan Sri Mulyani itu bukan tugas Pimpinan MPR dengan meminta bantuan kepada Presiden Jokowi.

“Kenapa harus dipecat ya mba Sri mulyani, memang MPR tugasnya kasih rekomendasi presiden untuk mecat menteri ya,” ujarnya.

Sebelumnya, MPR RI mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Aalasan MPR mendesak Jokowi mencopot Menkeu karena angganran MPR dipangkas.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPr RI Fadel Muhammad kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

“Alasan diri MPR minta Jokowi memecat Sri Mulyani karena minimnya anggaran MPR RI, padahal saat ini MPR memiliki 10 orang pimpinan,” ujarnya.

Karena itu, Fadel mengusulkan agar Sri Mulyani dicopot dari jabatannya sebagai Menkeu.

“Kita dari pimpinan MPR mengusulkan ke presiden memberhentiksn saudara menteri keuangan,” ucapnya.

Fadel menilai, Sri Mulyani tidak layak lagi menjadi Menkeu karena tidak etik dan tidak cakap melakukan kebijakan negara.

Fadel mengaku, MPR kecewa dengan berbagai sikap Sri Mulyani, terutama terhadap MPR RI.

Bahkan, beberapa teman di kabinet ada yang menyebut ada konflik dengan Menkeu.

“Saya kira menkeu anggap enteng MPR RI, padagal MPR salah satu lembaga negara yang peran penting dalam membangun negara,” ucapnya.

Karena sikap Sri Mulyani itu, Fadel megatakan, pimpinan MPR RI sudah setuju jika Jokowi memberhentikan Sri Mulyani sebagai Menkeu.

“Kita tidak anggap MPR sebagai lembaga negara, dia menyepelekan MPR itu tanggapan temen MPR, diusulkan diberhentikan,” tuturnya.

Kemudian, sambung Fadel, Sri Mulyani juga menjanjikan akan melakukan rapat dengan MPR RI sebanyak 6 kali.

(muf/pojoksatu)