Terkait Larangan Demo, Polisi Cuma Bilang ‘Yang Penting Jangan Sampai Ricuh’

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E. Zulpan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Zulpan meminta masyarakat jika mau melakukan unjuk rasa jangan sampai ricuh seperti demo di depan Gedung DPR/MPR RI beberapa waktu lalu.


Jika menarik kebelakang, demo beberapa waktu lalu yang ricuh di sana adalah demo yang dilakukan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila.

Zulpan mengatakan ini saat Polda Metro Jaya menggelar Lomba Orasi Unjuk Rasa 2021 Kapolri Cup guna memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada Kamis, 2 Desember 2021.

Kata dia, salah satu tujuan kegiatan ini yaitu edukasi kepada masyarakat soal tata cara melakukan penyampaian pendapat dengan baik.


“Ini kita harapkan ada edukasi yang bisa diambil sebagai pelajaran bagi semua pihak artinya dalam penyampaian pendapat di muka umum ada etika norma dan juga kami tidak mau ada kejadian penyampaian pendapat beberapa hari lalu di DPR/MPR yang berakhir ricuh yang dilakukan salah satu ormas,” ujar dia kepada wartawan, Kamis 2 Desember 2021.

Acara ini diikuti oleh 17 kelompok perwakilan dari Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dimana pemenangnya adalah kelompok dari Polres Metro Jakarta Barat dengan tema ‘Perjuangan Hak Kaum Petani’. Kata Zulpan, lomba tersebut merupakan wadah bagi masyarakat yang ingin melakukan penyampaian pendapat sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Jadi di samping asah kemampuan berbicara dan tingkatkan intelektual juga ciptakan edukasi penyampaian pendapat yang benar di muka umum,” kata dia.

Sementara itu, salah satu juri dalam acara ini, Haris Azhar menyebut perlombaan ini menarik.

Bagaimana tidak menarik, sebab Haris menyebut polisi kerap melanggar hak unjuk rasa.

Maka dari itu, dia tidak menyangka akan lomba unjuk rasa yang digelar oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit ini.

Dia berharap lomba unjuk rasa, juga lomba mural yang sebelumnya juga sudah digelar diharap bisa jadi cara merebut ruang publik.

“Dan buat saya menarik karen diajak untuk jadi juri disini perlombaan unjuk rasa Piala Kapolri. Kalau gampangnya, yang biasa langgar hak unjuk rasa adalah polisi, tapi ini diselenggarakan di tempat seperti ini,” ujar Direktur Lokataru itu.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota kepolisian diduga jadi korban pemukulan oknum anggota organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Anggota polisi itu dipukul saat mengawal aksi PP menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI.

“Benar (ada anggota polisi dipukul),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Kamis 25 November 2021.

Anggota itu adalah Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Dermawan Karosekali. Dia sempat dikejar beberapa oknum ormas PP. Bahkan, Karosekali sampai berlari. Dia sampai naik sepeda motor guna menghindari kejaran.

Akibat kejadian ini, ada enam orang oknum ormas PP ditetapkan jadi tersangka karena mengeroyok AKBP Karosekali. Selain itu, ada 15 orang oknum ormas PP lain ditetapkan jadi tersangka melanggar Undang-Undang Darurat. Sebab, mereka kedapatan membawa senjata tajam hingga peluru senjata api. Mereka semua ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

(dhe/pojoksatu)