Ancaman Polda Metro, Semua yang Terlibat di Reuni 212 Terancam Sanksi Pidana

Massa Reuni 212 bergerak dari Tanah Abang menuju Patung Kuda.

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi pidana terhadap panitia Reuni 212 yang ngotot menggelar aksi hari ini.


Terlebih panitia Reuni 212 yang menghasut massa aga merangsek ke Patung Kuda, Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

“Panitia pelaksana yang penanggungjawab. Terlebih steering commite. Mereka lebih bertanggungjawab, akan dikenai sanksi pidana,” kata Zulpan di


Menurut Zulpan, sanksi pidana itu tak hanya dikenakan terhadap penyelenggara acara. Namun hal tersebut juga bisa dikenakan kepada pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.

“(Ngotot) massa mengarah ke Patung Kuda bukan hanya steering commite ya, tapi semua orang yang terlibat akan dikenai sanksi pidana,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Reuni Alumni 212, Eka Jaya menjelaskan kegiatan dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor.

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan saran dan masukan dari tokoh agama dan ulama.

Aksi reuni 212 yang bertajuk “Aksi Superdamai” di Patung Kuda rencananya dilakukan pada pagi hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Sementara untuk di Masjid Az-zikra, Sentul, Bogor akan dilaksanakan acara “Silaturahmi dan Dialog 100 Tokoh,” mulai pukul 12.30-15.30 WIB.

Polda Metro Jaya sendiri tak mengeluarkan izin digelarnya Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta Pusat.

Kepolisian juga belum menerima adanya surat pemberitahuan Reuni 212 yang akan digelar di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor.

Demikian disampaikan, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (1/12/2021).

“Sampai sejauh ini kami belum mendapat informasi tentang (Reuni 212 di Sentul) itu (belum terima surat pemberitahuan,) ,” kata Ramadhan.

Seperti diketahui aksi 212 merupakan aksi unjuk rasa dari umat Islam yang digerakkan oleh Habib Rizieq Shihab pada 2 Desember 2016 untuk menegakkan hukum terhadap penista agama.

Kala itu massa aksi 212 menuntut agar Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar dipenjarakan karena menistakan Alquran yang merupakan kitab suci umat Islam.

Setelah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi dipenjarakan, aksi 212 akhirnya rutin diselenggarakan setiap tanggal 2 Desember.

Alasannya sebagai momen untuk mengingat persatuan umat islam di Indonesia.

(fir/pojoksatu)