Tak Diberi Jatah, Suami Aniaya Istri Hingga Pingsan

Suami aniaya istri, Heri (kanan) ditetapkan sebagai tersangka.

POJOKSATU.id, BALI – Seorang suami aniaya istri di Denpasar Bali gara-gara tak diberi jatah. Pelaku bernama Heri (52) menganiaya istri sirinya, M hingga pingsan.


Kasus suami aniaya istri siri ini terjadi di kamar kos korban di Jalan Gunung Karang III, Gang Cantik, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali.

BACA: Suami Ngamuk Tak Diberi Jatah, Istri Siri Diinjak Dan Dibenturkan ke Tembok

Kasus suami aniaya istri ini bermula saat pelaku yang berasal dari Probolinggo mengajak korban bertemu.


Pelaku dan korban kemudian bertemu di kamar kos korban di Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Bali pada pada Sabtu (27/11) sore lalu.

Pelaku mengajak korban berhubungan. Namun korban menolak. Akhirnya pelaku menganiaya korban.

Pelaku memukul, menendang, dan membenturkan kepala korban ke tembok hingga pingsan.

Korban berdarah-darah. Ia mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Korban sempat tak sadarkan diri setelah kepalanya dibenturkan ke tembok berkali-kali.

Kedua mata korban memar dan membiru. Wajah dan bibir M juga mengalami luka lebam dan bengkak.

Bahkan di bawah mata sebelah kanan atau tepatnya di atas pipi sebelah kanan, tampak juga bekas luka gores dan darah segar.

Korban tampak sempoyongan dan setengah lingsung ketika dipapah tetangga kosnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi saat dikonfirmasi radarbali.id, Selasa (30/11) mengatakan, aksi penganiayaan yang dialami M ini terjadi di kamar kosnya pada Sabtu (27/11) sore lalu.

Bermula dari pelaku Hery alias H asal Probolinggo, Jawa Timur datang ke kos korban sekitar pukul 15.00 WITA.

“Sebelum ke kos korban, pelaku sempat menghubungi korban untuk janjian bertemu,” terang Iptu Sukadi.

Selanjutnya setelah sepakat berjanjian, keduanya (pelaku dan korban) akhirnya bertemu di kamar kos.

“Antara korban dan pelaku ini memang saling kenal dan merupakan pasangan suami istri dengan status siri,” ungkapnya.

Kemudian setelah tiba di kamar kos, antara pelaku dan korban sempat ngobrol biasa.

“Setelah bertemu dengan korban, pelaku mengajak korban berhubungan, namun permintaannya ditolak oleh korban,” imbuh Iptu Sukadi.

Lantaran permintaannya ditolak korban, pelaku langsung marah dan menganiaya korban.

Pelaku Heri memukuli M berkali-kali. Pelaku membenturkan kepala korban ke dinding kamar kos hingga pingsan.

“Selain dipukul, korban juga diinjak, dan kepalanya dibenturkan ke dinding sampai korban tidak sadarkan diri,” tandasnya.

Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku langsung kabur meninggalkan kamar kos korban.
Beruntung, kejadian itu segera diketahui oleh tetangga korban.

Korban yang sudah dalam kondisi babak belur dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Selanjutnya, tetangga korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Denpasar Barat.(rb/mar/pra/jpr)