Kepala BMKG Ungkap 9 Daerah Rawan Tsunami, Cilegon Berpotensi 8 Meter

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Twitter/@dwiko_rita)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan 9 daerah rawan tsunami di Indonesia.

Sembilan daerah rawan tsunami itu yakni Aceh, Lampung, Selat Sunda, pantai Selatan Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Papua, dan Selat Makassar.

BACA: BMKG Peringatkan Potensi Tsunami 8 Meter di Cilegon Banten

Daerah rawan tsunami itu dibeberkan Dwikorita Karnawati usai menghadiri rapat kerja Komisi V DPR, Rabu (1/12).


Awalnya, Dwikorita mengklarifikasi pernyataannya terkait potensi tsunami 8 meter di Cilegon, Banten dalam rapat kerja Komisi V DPR.

Dwikorita menjelaskan pernyataannya itu merupakan pemetaan BMKG dalam membuat skenario terburuk jika tsunami terjadi.

“Itu peta, peta bahaya wilayah. Indonesia ini kan pantainya banyak yang potensial tsunami, termasuk di Cilegon,” ucapnya.

Menurut Dwikorita, peta bahaya itu disusun duluan dengan skenario terburuk.

Dikatakan Dwikorita, pernyataannya soal potensi tsunami 8 meter di Cilegon merupakan upaya mitigasi dari BMKG terhadap potensi tsunami.

Dwikorita menegaskan tidak ada satu orangpun yang mengetahui kapan tsunami itu datang.

“Ya kita enggak tahu kapan terjadinya, tapi ada potensi,” jelas Dwikorita.

Selain Cilegon, ada beberapa daerah yang rawan tsunami di Indonesia.

“Pantai barat Sumatera, dari Aceh sampai Lampung. Terus Selat Sunda, terus panti Selatan, pantai Selatan Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, sampai pantai Selatan Papua itu kan Samudera Hindia itu rawan tsunami,” ujarnya.

Selain itu, kata Dwikorita, Selat Makassar juga merupakan salah satu daerah rawan tsunami. (one/pojoksatu)