Ipda OS Tembak Dua Orang di exit Tol Bintaro, Kompolnas Pertanyakan Penggunaan Senpi Terhadap Anggota Polisi

Poengky Indarti
Poengky Indarti

POJOKSATU.id, JAKARTA- Komisioner Komponas Poengky Indarti meminta Propam Polda Metro Jaya, Propam Polri termasuk Reskrim harus sungguh-sungguh menyelidiki kasus anggota polisi Ipda OS, yang melakukan penembakan terhadap dua warga sipil bernama Poltak Pasaribu dan M. Aruan di Jakarta Selatan.


Hal itu untuk memastikan benar tidaknya pengintaian atau pengejaran oleh beberapa orang dalam kasus tersebut.

“Kasus ini harus ditelusuri secara sungguh-sungguh dan didukung dengan penyelidikan kriminal berbasis ilmiah (scientific crime investigation),” kata Poengky saat dihubungi Pojoksatu.id, Selasa (1/12/2021).

Poengky juga menuturkan, penggunaan senjata api terhadap anggota polisi telah diatur pasal 45 hingga 49 Perkap no. 8 tahun 2009.


Di mana anggota yang melepaskan tembakan tersebut harus benar-benar sesuai dengan peraturan kapolri (Perkap).

“(Penggunaan Senpi) harus sesuai dengan enggunaan kekuatan dan Perkap no. 8 tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar hak ssasi manusia,” ujarnya.

“Dalam penyelenggaraan tugas Polri menjelaskan tentang prinsip penggunaan senjata api,” ujarnya.

Diketahui, penembakan di exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. Penembakan itu memakan dua korban, salah satunya meninggal dunia.

Kedua korban ialah Poltak Pasaribu (meninggal dunia) dan M Aruan (luka tembak). M Aruan saat ini masih dirawat di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Insiden penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat (26/11) malam. Hasil penyelidikan diketahui pelaku adalah anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Ipda OS.

“Bahwa Ipda OS ini adalah anggota Dirlantas Polda Metro. Tepatnya di Sat PJR,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11).

“Kalau korbannya ini apa, ada yang wartawan begitu ya, mengakunya ya,” kata Kabid Humas lagi.

Dari penyelidikan, ada tiga korban bernama Poltak Pasaribu, M. Aruan, dan Parsaoran G. Munthe. Dua di antara yang terkena tembakan adalah Poltak Pasaribu dan M. Aruan. Korban bernama Poltak Pasaribu telah meninggal dunia.

Para korban ini diduga merupakan wartawan. Pasalnya pihak kepolisian menemukan Id Card dari korban yang tertembak.

Aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK itu berawal sekitar jam 17.30 WIB pada Jumat (26/11), korban berangkat dari Hotel Kedaton Bogor menuju ke Depok.

Para korban ini diduga mengikuti Kendaraan Mobil Ertiga Hitam Nopol B 1879 RFJ.

(fir/pojoksatu)