Tak Dapat Lampu Hijau dari Polisi di Patung Kuda, PA 212 Berencana Gelar Aksi Damai

Reuni 212 (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – PA 212 berencana menggelar aksi damai jika Reuni 212 yang rencananya dilakukan di Patung Kuda, Jakpus, tak mendapat lampu hijau dari kepolisian.

Hingga kini, PA 212 masih berupaya agar Reuni 212 itu bisa dilaksanakan di Patung Kuda pada awal Desember mendatang.

“Sampai saat ini kan kita masih berusaha untuk memenuhi apa yang disyaratkan oleh Kepolisian yaitu rekomendasi dari Satgas Covid-19, rencana Insyaallah besok Senin kita akan ada pertemuan dengan Pemprov DKI dalam hal ini diwakili asisten tata pemerintahan dan juga ada tim dari Gugus Tugas Covid,” kata Ketua Panitia Reuni 212, Eka Jaya kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Eka mengatakan pihaknya masih berupaya agar persyaratan untuk mengajukan permohonan reuni terpenuhi untuk diajukan ke Polisi.


Bila Reuni 212 masih tak mendapat lampu hijau dari polisi, panitia berencana menggelar aksi damai.

“Artinya kita masih tetap berusaha untuk bisa memenuhi persyaratan dari Polda biar izin itu tetap keluar,” jelasnya.

“Andaikan tidak keluar, dari Polda tidak mengizinkan ya mau tidak mau kami akan melakukan konsepnya berubah jadi aksi damai,” jelasnya lagi.

Ketua Umum Ormas Pengacara dan Jawara Bela Ummat (PEJABAT) itu mengatakan aksi damai itu akan tetap dilakukan di Patung Kuda, Jakpus.

Dia mengatakan aksi damai akan mengikuti protokol kesehatan.

“Bentuknya seperti kita demo turun ke jalan, aksi damai dalam artian kita tetap melakukan aksi super damai dengan segala bentuk pengamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan semuanya akan kita lakukan bahkan dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

“Lokasinya tetap kita akan di Patung Kuda, karena simbol dari pada alumni Reuni 212 itu Monas,” lanjutnya.

Eka berharap polisi memberikan izin untuk Reuni 201. Dia menyebut, jika mendapatkan izin, Reuni 212 akan dilaksanakan dari pukul 04.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

“Sebenarnya Polda nggak perlu khawatir yang kita lakukan dari jam 4 sampai jam 10 siang atau jam 11,” katanya.

“Jadi hanya kita adakan seperti biasa, Salat Subuh, terus kita istighasah, zikir, tausiah dari tokoh masyarakat, tokoh agama tokoh bangsa dan juga penutupan, selesai, kita jam 11 sudah steril, kita nggak sampai kita ke sore lagi,” sebutnya. (ral/int/pojoksatu)