Polisi Tahan 7 Mobil Pemuda Pancasila yang Tak Dilengkapi Surat, Ternyata Satu Kendaraan Simpan Stik Golf

15 Anggota Pemuda Pancasila Ditahan di Polda Metro Jaya

POJOKSATU.id, JAKARTA-Polda Metro Jaya telah mengamankan sebanyak tujuh unit mobil anggota ormas Pemuda Pancasila (PP). Mobil tersebut diduga digunakan 16 pelaku yang sudah ditahan.


Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti senjata tajam dan stik golf dalam satu mobil.

“Ada temuan senjata tajam dari dalam mobil. Ada satu kendaraan kalau tidak salah membawa stik golf dan kemudian mobil ditahan di serse,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono saat dihubungi, Sabtu (27/11/2021).


Menurut Argo, saat ini tujuh kendaraan roda empat itu sudah dilakukan penahanan, karena kendaraan tersebut tak dilengkapi dengan surat-surat.

“Kendaraan sudah ditahan karena tak dilengkapi surat-surat,” ujarnya.

Sebelumnya anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) menjadi bulan-bulanan massa yang tengah melakukan aksi demontrasi di depan DPR RI hingga terluka.

Anggota polisi yang terluka itu adalah Kepala Bagian Operasional Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali yang ikut mengamankan aksi organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) di depan DPR.

Dari video yang beredar, AKBP Dermawan sempat dikroyok dan dipukuli oleh para massa Pemuda Pancasila (PP) di depan DPR.

Bahkan, sampai terjadi aksi kejar-kejaran, hingga akhirnya AKBP Dermawan berhasil menghindari amukan massa dengan menaiki sepeda motor yang melewati aksi tersebut.

Akibat aksi tak terpuji ormas PP itu membuat Dermawan mengalami luka di bagian kepala.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, pihaknya telah mengamankan 21 anggota ormas Pemuda Pancasila yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap anggota polisi.

Dari 21 anggota ormas Pemuda Pancasila, 15 di antaranya sudah ditetapkan tersangka.

“Para pelaku sudah diamankan. 15 orang sudah ditetapkan tersangka,” kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Zulpan menuturkan, 15 tersangka ini langsung dilakukan penahanan karena kedapatan membawa senjata tajam saat melakukan unjuk rasa di depan DPR RI.

“15 tersangka ini sudah dilakukan penahanan,” ujarnya.

Dari pengembangan, penyidik kembali menetapkan satu tersangka dari Ormas Pemuda Pancasila.

Dengan demikian, total pelaku pengoroyokan menjadi 16 tersangka.

Menurut Zulpan, satu pelaku yang telah ditetapkan tersangka diduga merupakan pelaku yang terlibat langsung dalam aksi pemukulan terhadap AKBP Dermawan Karosekali.

“Dan satu tersangka lagi telah melakukan pemukulan terhadap anggota kita,” ujarnya.

Atas ulahnya, satu tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP atas perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan.

Dari kejadian tersebut, pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti senjata tajam dan peluru berjumlah dua butir. Salah satu penyidik menyebut peluru tersebut berkaliber 38 mm.

Atas perbuatannya, 15 tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1959. (fir/pojoksatu)