Ketua MUI Minta Publik Berpikir Jernih, ‘Sudahi Polemik Tiga Terduga Teroris Merembet ke MUI’

KH Cholil Nafis (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis meminta publik berpikir jernih terkait operasi Densus 88 kaitannya dengan MUI, terutama Ustad Ahmad Zain An Najah.

Ditangkapnya anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz Ahmad Zain An Najah, oleh Densus 88 Antiteror, melebar hingga ke isu pembubaran MUI.

KH Cholil Nafis meminta publik berpikir jernih terkait operasi Densus 88 kaitannya dengan MUI.

“Semua ada hikmahnya. Sudahi polemik penangkapan tiga terduga teroris yang merembet ke MUI,” ujar Cholil dalam akun Twitternya pada Selasa (23/11).


KH Cholil Nafis meyakini, masyarakat sudah mendengar semua keterangan resmi dari pihak-pihak terkait, termasuk MUI dan kepolisian tentang kasus dugaan terorisme oleh tiga orang terduga pelaku.

“Semua sudah tahu persis posisi terduga dan posisi MUI,” tambahnya.

KH Cholil Nafis meminta semua pihak untuk memandang ke depan, untuk bagaimana menjadikan Indonesia menjadi negara yang semakin maju.

“Selanjutnya ayo pastikan diri kita dan lembaga tempat kita bernaung memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. Bismillah tawakkalna,” tutupCholil Nafis.

Dalam operasinya, Densus 88 menangkap Ustadz Annajah bersama dengan dua mubaligh lainnya. Yaitu Ustaz Farid Okbah dan Ustaz Anung Al-Hamat.

Ketiganya ditangkap karena memiliki hubungan dnegan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Polisi menyebut AA (44) bekerja sebagai dosen, ditangkap di kediamannya, Jalan Raya Legok, Blok Masjid, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Kemudian terduga teroris berinisial AZ (50), berprofesi sebagai dosen, ditangkap pukul 04.39 WIB di wilayah Merbabu Raya, Perumahan Pondok Melati, Bekasi.

Satu lagi berinisial FAO, ditangkap di Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi. (ral/rmol/pojoksatu)