Ombudsman: WBP Langgar Ketentuan Cuti Bersyarat Harus Ditarik ke Lapas

Ketua Ombudsman Mokh Najih. (Net)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Ombudsman RI Mokh Najih meminta VTG, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tengah cuti bersyarat (CB) dan melakukan pesta m!ras harus ditarik lagi ke lapas. Sebab itu melanggar persyaratan cuti bersyarat.

“WBP yang melanggar cuti bersyarat, harus segera diambil, dipaksa masuk lagi ke Lapas oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas). Itu sudah melanggar persyaratan cuti,” ujar Mokh Najih, Senin (22/11/2021).

Ia menegaskan, Kalapas perlu menindaklanjuti kesaksian WBP terkait kondisi di dalam lapas. Hal ini agar tidak menjadi rumor.

“Kalapas harus merespon itu dan menjelaskan ke publik. Jika ada tindakan yang harus diambil oleh kalapas ya itu mesti dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.


Sementara itu, komunikolog Emrus Sihombing mengatakan, video pesta m!ras WBP VTG yang viral di sosmed harus divalidasi. Sebab, di sosmed banyak beredar video hasil editing.

Apabila hasil validasi menyebutkan video natural, maka VTG harus melakukan klarifikasi.

“Kalau WBP yang sedang CB harus berperilaku baik. Kalau terbukti melakukan pelanggaran, maka harus dilakukan pembinaan kepada dia (WBP CB),” ujarnya.

Menurutnya, kesaksian VTG di salah satu stasiun TV juga harus divalidasi, karena itu belum tentu suatu kebenaran.

Sebelumnya, viral di sosial media (Sosmed) pesta m!ras yang dilakukan oleh VTG. Ia seorang WBP Lapas Narkotika Yogyakarta.

Usai memberikan kesaksian kondisi di dalam Lapas Yogyakarta di sebuah stasiun televisi swasta, VTG dan kawan-kawannya melakukan pesta miras.

Bahkan dalam video tersebut salah satu sempat menyebut nama obat terlarang ‘ aprazolam’. (gin/pojoksatu)