Kata Novel PA 212, Penolak Reuni Akbar 212 Berarti Pendukung atau Penista Agama, Aslinya Komunis

Novel Bamukmin. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin membantah reuni akbar 212 adalah kegiatan yang diikuti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

FPI dan HTI adalah dua ormas terlarang dan telah dibubarkan pemerintah.

BACA: PA 212 Ngotot Reuni Akbar 212, Muannas Alaidid: Sarat Kepentingan Politik Dibungkus Agama

Novel Bamukmin menganggap, isu itu sengaja dilontarkan pihak-pihak yang tidak suka dengan reuni akbar 212.


Sebaliknya, Novel menyebut bahwa para penolak kegiatan itu sejatinya adalah gaya komunis baru di Indonesia.

“Kelompok yang anti reuni 212 itu jelas kelompok pendukung atau memang penista agama yang dibungkus agama. Padahal aslinya hanya komunisme,” kata Novel kepada JPNN, Senin (22/11/2021).

Para penolak reuni akbar 212 itu, sambung Novel, juga memiliki sejumlah agenda tersembunyi.

Diantaranya adalah mengganti Pancasila dengan trisila dan ekasila.