MUI Jakarta Bentuk Tim Siber, Dikaitkan Hibah Rp10,6 Miliar dari Pemprov, Ini Respon Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim Siber dibentuk MUI DKI Jakarta untuk menangkal buzzer yang menyerang ulama dan Anies Baswedan. Gubernur Anies Baswedan ogah menanggapi tim siber ini.


“Saya komentar Jakarta saja,” kata Anies saat dimintai tanggapan terkait pembentukan tim siber oleh MUI di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Program MUI DKI Jakarta membentuk tim siber ini kemudian menuai kritik dari beberapa elemen masyarakat.

Wakil Sekjen PKB Luqman Hakim kemudian menuding MUI DKI membentuk tim siber untuk melawan buzzer yang menyerang ulama dan Anies Baswedan tak lepas dari hibah Pemprov DKI senilai Rp 10,6 miliar.


“Mengapa MUI membabi buta menyediakan diri menjadi tunggangan Anies Baswedan? Tentu tidak lepas dari bantuan yang diterima MUI dari APBD Provinsi DKI Jakarta,” jelasnya.

“Sungguh sangat disayangkan, hanya karena mendapat bantuan dari APBD, MUI ditempatkan sebagai subordinat kepentingan politik perorangan, yakni Anies Baswedan,” kata Luqman.

“Tak tahukah wahai MUI, bahwa sesungguhnya APBD itu duitnya milik rakyat, bukan milik Gubernur?” sambungnya lagi dilansir detikcom.

Diketahui, Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar berharap MUI memiliki cyber army melawan orang yang menghantam umat Islam. Dia juga membela Anies dari serangan buzzer.

“Saya berharap di era penuh tantangan saat ini, MUI DKI tidak kalah untuk menguasai teknologi karena bidang infokom ini adalah otak MUI DKI dalam bidang informasi,” kata KH Munahar, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

KH Munahar berharap infokom ini miliki orang ahli atau cyber army untuk melawan orang-orang yang menghantam umat Islam karena tugas utama MUI adalah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

KH Munahar berharap infokom MUI DKI bisa amar ma’ruf nahi mungkar untuk melawan para buzzer yang telah meresahkan umat Islam.

Sebab, pasalnya mereka dinilai telah menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam.

“MUI tidak usah takut untuk katakan yang haq itu haq. Saya punya prinsip kalau berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada tawar-menawar bagi saya,” tegas KH Munahar.

“Tidak bermain di atas mimbar, tapi melalui berita dan informasi yang disebarluaskan melalui kanal resmi MUI DKI seperti media sosial karena perputarannya cepat,” jelasnya.

“MUI DKI juga perlu setiap hari membuat konten-konten dan setiap kegiatan MUI selalu dibuat beritanya,” lanjut KH Munahar.

KH Munahar juga berharap infokom dan MUI DKI bisa membela dan membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Dia mengatakan jika para buzzer mencari kesalahan Anies Baswedan, maka infokom mengangkat keberhasilan Anies, baik tingkat nasional maupun internasional.

“Beliau ini termasuk 21 orang pahlawan dunia. Berita-berita saya minta MUI DKI yang mengangkatnya karena kita mitra kerja dari Pemprov DKI Jakarta,” kata KH Munahar. (ral/int/pojoksatu)