Kasus Pencurian Enam Sertifikat Tanah oleh ART Nirina Zubir, Giliran Dua Oknum BPN Jakbar Bakal Digarap Polisi Senin Mendatang

Nirina Zubir

POJOKSATU.id, JAKARTA- Imbas mafia tanah yang membelit Nirina Zubir, menyeret Dua oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Jakarta Barat, Ina Rosaina dan Edwin Ridwan


Oknum BPN kembali dipanggil polisi terkait kasus mafia tanah yang membelit Aktris Nirina Zubir.

Keduanya diketahui jadi tersangka dalam kasus ini.

Mereka akan diperiksa pada Senin 22 November 2021 mendatang.


Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Subdirektorat Harta Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Petrus Silalahi.

“Pemeriksaan pada Senin, pekan depan,” ujar dia kepada wartawan, Jumat 19 November 2021.

Keduanya terlibat memalsukan sertifikat tanah milik keluarga Nirina Zubir.

Pemeriksaan ini menjadi pemeriksaan perdana keduanya sebagai tersangka, sebab, sebelumnya sempat tertunda.

Namun, Petrus mengaku tidak bisa menyimpulkan apakah keduanya akan langsung ditahan seperti tiga tersangka lain.

Dia mengklaim pihaknya akan melihat unsur subyektif dan obyektif dalam penahanan kedua tersangka.

“Kami menganalisa patut dan wajar,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Nirina Zubir tidak kuasa menahan air mata saat menceritakan tentang almarhumah ibunya.

Sebagai seorang anak, Nirina Zubir merasa almarhumah ibunya belum tenang karena kasus mafia tanah.

“Ibu saya sudah 2 tahun yang lalu dia meninggal tidak tenang. Dia ada note (catatan), ‘uang aku ada tapi pada ke mana ya’. Terus surat belum kelar-kelar ya,” kata Nirina Zubir seraya menangis saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 17 November 2021.

Ada 6 surat tanah yang dialih kuasakan oleh asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita. Orang tersebut sudah menjaga ibunya sejak 2009. Ia kemudian memanipulasi almarhumah ibu Nirina Zubir yang kala itu memang sudah kurang kuat ingatannya.

“Dan dia mengkawal ibu saya sampai tahu kelemahannya bahkan kami sudah mendapatkan dan ibu saya didoktrin bilang suratnya hilang agar dibantu lagi (mengurus surat),” jelas Nirina Zubir.

(dhe/pojoksatu)