Ini Penjelasan Polisi Terkait Penetapan Pasal TPPU di Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir

Nirina Zubir

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pihak kepolisian menerapkan pasal berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus mafia tanah yang membelit Nirina Zubir.


“Dalam perkara ini, kami terapkan TPPU,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Jumat 19 November 2021.

Penerapan pasal TPPU, kata Ade, bertujuan agar pihaknya mudah dalam melakukan penelusuran soal aliran dana uang hasil kejahatan yang dipakai pelaku.

Sebab, ada tanah Nirina yang telah dijual kemudian uangnya dipakai untuk bisnis oleh pelaku.


Yakni bisnis frozen food yang dilakukan Riri Khasmita. Dia adalah eks Asisten Rumah Tangga Nirina.

“Untuk apasih TPPU? Itu untuk menelusuri uang hasil kejahatannya ditransaksikan untuk apa. Penyidik bisa lebih leluasa melihat uang digunakan untuk apa,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Nirina Zubir tidak kuasa menahan air mata saat menceritakan tentang almarhumah ibunya. Sebagai seorang anak, Nirina Zubir merasa almarhumah ibunya belum tenang karena kasus mafia tanah.

“Ibu saya sudah 2 tahun yang lalu dia meninggal tidak tenang. Dia ada note (catatan), ‘uang aku ada tapi pada ke mana ya’. Terus surat belum kelar-kelar ya,” kata Nirina Zubir seraya menangis saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, 17 November 2021.

Ada 6 surat tanah yang dialih kuasakan oleh asisten rumah tangganya yang bernama Riri Khasmita. Orang tersebut sudah menjaga ibunya sejak 2009. Ia kemudian memanipulasi almarhumah ibu Nirina Zubir yang kala itu memang sudah kurang kuat ingatannya.

“Dan dia mengkawal ibu saya sampai tahu kelemahannya bahkan kami sudah mendapatkan dan ibu saya didoktrin bilang suratnya hilang agar dibantu lagi (mengurus surat),” jelas Nirina Zubir.

(dhe/pojoksatu)