Disebut Cuma Jadi Beban Jokowi, Kata Pengamat Moeldoko Layak Direshuflle, Alasannya..

Moeldoko tegaskan dirinya adalah orang yang didaulat untuk memimpin Partai Demokrat

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dinilai hanya menjadi beban bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Karena itu, pengamat politik Ubedilah Badrun menyarankan orang nomor satu di Indonesia itu mereshuffle Moeldoko.

“Menyarankan pak Jokowi mereshuffle Moeldoko jika tidak ingin citranya makin memburuk, hanya jadi beban,” kata Ubedillah dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, Moeldoko kerap melakukan tindakan blunder yang mencoreng citra pemerintahan Presiden Jokowi.


“Moeldoko dinilai terlalu sering melakukan blunder yang merugikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” ucapnya.

Padahal, lanjut aktivis 98 itu, Presiden Jokowi diakhir jabatannya di Periode ke-2 ini ingin meninggalkan citra baik di tengah masyarakat.

“Presiden biasanya ingin dikenang baik setelah menjabat. Ditengah terus menurunnya citra Jokowi, sayangnya langkah diambil KSP Moeldoko lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Seperti kasus dugaan kudeta kepemimpinan Partai Demokrat, yang dilakukan Moeldoko.

“Dalam kasus Demokrat, Moeldoko melakukan manuver yang merugikan reputasi Pemerintah,” tuturnya.

Selain itu, kata Ubedilah, terkait dugaan kasus Ivermectin yang berujung gugatan pada Indonesia Corporotion Watch (ICW).

“Ini menjadi pertanyaan pertanyaan besar yang belum dijawab Moeldoko, bagaimana ia menjelaskan potensi konflik kepentingan yang terjadi sebagai pembuat kebijakan,” ungkapnya.

Ubedilah juga mempertanyakan sikap Moeldoko yang mempermasalahkan hasil riset ICW.

“Di satu sisi dan sebagai pihak berpotensi menerima manfaat (beneficial ownership) selain itu, kenapa ia merespon riset ICW justru dengan gugatan pengadilan?” tanyanya.

Karena itu, ia sepakat jika Moeldoko direshuflle dan digantikan oleh yang berkompeten membantu Presiden Jokowi.

“Kita sepakat dengan banyak politisi dan pengamat yang menyarankan reshuffle Moeldoko jika tidak ingin citranya makin memburuk,” tandas Ubedillah.

(muf/pojoksatu)