Amankah Ibu Menyusui Bayi Setelah Vaksin Covid-19? Ini Jawaban dr Ning

dr RA Adaninggar SpPD alias dr Ning. (Instagram/drningz)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar SpPD atau yang akrab disapa dr Ning mengatakan ibu menyusui bayi setelah vaksin Covid-19 tidak masalah.

Hal itu dikatakan dr Ning saat menjawab pertanyaan warganet yang menanyakan apakah seorang ibu tidak boleh langsung menyusui bayi setelah vaksin, jeda berapa lama?

Vaksinasi Covid-19 aman bagi ibu menyusui sudah dinyatakan aman melalui Surat Edaran Kemenkes RI tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 No. HK.02.02/11/368/2021.

Secara biologis dan klinis, menyusui tidak menimbulkan risiko bagi bayi dan anak yang menyusu, serta bayi dan anak yang menerima air susu ibu (ASI) perah.


Sebaliknya, antibodi yang dimiliki ibu setelah vaksinasi dapat memproteksi bayi melalui ASI.

“Vaksin Covid semua berisi virus yang dimatikan. Semua vaksin Covid aman untuk busui (ibu menyusui). Boleh langsung menyusui setelah vaksin,” kata dr Ning dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @drningz, dikutip Pojoksatu.id pada Selasa (16/11).

Tidak batasan usia bayi yang boleh disusui setelah ibunya divaksinasi, semua bayi boleh disusui.

“Tidak perlu menunggu usia tertentu bayi yang disusui,” kata dr Ning.

Kendati demikian, sebelum divaksin ibu menyusui direkomendasikan untuk berkonsultasi tentang kondisi kesehatan dengan dokter atau tenaga kesehatan terlebih dulu.

Ibu menyusui harus berada dalam kondisi fit untuk menerima vaksin.

“Screening busui sama dengan screening penyakit komorbid pada umumnya,” ucapnya.

Setelah vaksin, ibu menyusui tetap aman untuk menyusui karena menyusui dan kontak kulit ke kulit dapat mengurangi risiko kematian bayi secara signifikan.

Selain itu, vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibandingkan potensi risiko penularan Covid-19.

“Busui yang divaksin bisa menyalurkan antibodi pada anak yang disusui melalui ASI. Jadi, busui jangan ragu lagi ya untuk vaksin Covid,” tandas dr Ning.

Hal senada dikatakan dr Muhammad Ainul Rohman F melalui
alodokter.

Ia menyebut vaksinasi covid bertujuan sebagai salah satu cara untuk mencegah infeksi covid-19.

Setiap vaksin yag beredar pada suatu negara akan dilakukan uji klinis dan dipastikan keamanan dan tingkat efektifitasnya.

“Sampai saat ini vaksin covid tidak mempengaruhi kualitas ASI,” kata dr Ainul.

Ia menyebut demam yang dirasakan pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi virus atau bakteri atau alergi makanan, atau yang lainnya.

“Sehingga tidak ada larangan pada ibu menyusui setelah mendapatkan vaksinasi covid-19,” jelas dr Ainul. (one/pojoksatu)