Buntut Permendikbud 30, Dosen UIN Jakarta: Lokalisasi Lebih Baik Dibanding Dibiarkan Sporadis

Ilustrasi. Permendikbu No 30 Tahun 2021 dianggap legalkan zina di kampus.

POJOKSATU.id – Permendikbud 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi masih terus dibicirakan.

Permendikbud 30 Tahun 2021 ditolak sejumlah kalangan karena dianggap melegalkan zina di kampus.

BACA: Ini Salinan Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 Yang Dianggap Legalkan Zina di Kampus

Sementara pendukung Permendikbud 30 Tahun 2021 menyatakan aturan tersebut berguna untuk meminimalisir kekerasan seksual di lingkungan kampus.


Para ulama, aktivis perempuan, civitas akademika, hingga psikolog turut memberikan pendapat. Ada yang setuju, ada pula yang menolak.

Psikolog yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ima Sri Rahmani pun angkat bicara.

Awalnya, Ima Sri Rahmani mengomentari cuitan Gusdurian, Rumail Abbas yang setuju dengan Permendikbud 30.

Rumail Abbas dalam cuitannya mengatakan KH Sahal Mahfudh pernah mewacanakan adanya lokalisasi prostitusi.

KH Sahal Mahfudh adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2000-2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU selama dua periode (1999-2014).

“Saya pernah menyebut Kiai Sahal sebagai contoh, biar mereka yang tidak percaya dengan sikapku, ada yang jauh lebih otoritatif melakukan hal yang sama (tentu dengan konteks yang berbeda). Kiai Sahal setuju dengan lokalisasi. Logikaku sama,” kata Rumail Abbas.

Ima Sri Rahmani sependapat dengan Rumail Abbas. Ia mengungkit ketika dia melakukan riset dan praktek kerja di kawasan Puncak yang dulu dikenal sebagai sarang pelacuran.

Dari riset dan praktek kerja tersebut, lulusan S2 UGM ini menyimpulkan bahwa lokalisasi lebih baik dibanding dibiarkan sporadis.

“Saya riset dan praktek kerja untuk S2 dan profesi di UGM di daerah penghasil pelacur. Dari pengalaman tersebut, saya pun berkesimpulan bahwa lokalisasi lebih baik dibanding dibiarkan sporadis,” kata Ima.

Dosen UIN Jakarta yang sedang menempuh pendidikan doktor (Phd) di UClouvain, Belgia ini membeberkan alasannya menyebut lokalisasi lebih baik dibanding dibiarkan sporadis.

Baca berita selengkapnya di sini.