Politisi PDIP Tanggapi Permendikbudristek 30 Tahun 2021, Harusnya Dapat Dukungan Bukan Dipermasalahkan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Foto: Youtube Mata Najwa.

POJOKSATU.id, JAKARTA — Politisi PDIP MY Esti Wijayati menanggapi Permendikbudristek No 30 tahun 2021. Menurutnya Permendikbudristek ini harusnya dapat dukungan bukan dipermasalahkan.


MY Esti Wijayati yang juga Anggota Komisi X DPR RI menanggapi polemik terkait Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Politisi PDIP itu menyatakan, saat ini sedang dilakukan pembahasan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) di Badan Legislasi DPR RI.


Kata Esti, pembahasan RUU PKS membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dikatakan Esti, karena masih berupa RUU, implikasinya aturan tersebut masih belum bisa diimplementasikan.

Atas dasar itu, Esti memandang upaya Mendikbudristek Nadiem Makarim mengeluarkan aturan tersebut harusnya diapresiasi.

Dengan langkah itu, Esti memandang tindakan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi akan bisa diantisipasi lebih dini.

“Dan bisa dilakukan penanganan sesegera mungkin jika itu terjadi,” tegas Esti, Minggu (14/11).

Jadi, sambung Esti, Permendikbudristek ini tidak bisa diartikan sebagai bentuk pelegalan terhadap terjadinya hubungan seksual suka sama suka di luar pernikahan.

Peraturan ini, sambung Esti, juga tak bisa disebut melegalkan LGBT.

Maka, tegas MY Esti, seharusnya Permendikbudristek ini mendapat dukungan, bukannya dipermasalahkan dan diminta untuk ditarik.

“Langkah cepat yang dilakukan Nadiem Makarim melalui permendikbudristek ini tentu sudah berdasarkan kajian dan analisa terhadap kejadian-kejadian yang ada di lingkungan kampus,” jelasnya. (ral/rmol/pojoksatu)