MUI Keras: Cabut Pasal 5 Ayat 2 Permendikbud No 30 Tahun 2021!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Foto NU

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Cholil Nafis keras meminta pasal 5 ayat 2 Permendikbud No 30 Tahun 2021 dicabut.

Pasal 5 ayat 2 Permendikbud No 30 Tahun 2021 memang sejak awal disorot banyak pihak.

BACA: Masih Saja Kontoversi, DPR Nyatakan Setuju Permendikbud No 30 Tahun 2021

Itu lantaran Pasal 5 ayat 2 Permendikbud No 30 Tahun 2021 menyebutkan bahwa jika perbuatan itu mendapat persetujuan dari korban, maka tidak bisa diketegorikan sebagai tindak kekerasan seksual.


Hal itulah yang menurut Cholil Nafis menjadi permasalahannya.

“Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 pasal 5 ayat 2 tentang kekerasan seksual memang bermasalah karena tolokukurnya persetujuan (consent) korban,” tulisnya melalui akun Twitter @cholilnafis, dikutip PojokSatu.id, Rabu (10/11/2021).

Menurutnya, bunyi pasal tersebut bertentangan dengan norma dan agama.

“Padahal kejahatan seksual menurut norma Pancasila adalah agama atau kepercayaan,” sambungnya.