Vaksin Merah Putih Akan Dijadikan Booster Dan Vaksin Anak

Edukator hoaks Covid-19, dr RA Adaninggar SpPD. Instagram/@drningz.

POJOKSATU.id – Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar SpPD atau yang akrab disapa dr Ning menyambut baik Vaksin Merah Putih yang telah memasuki fase uji klinis.

dr Adaninggar turut menghadiri acara penyerahan bibit vaksin Merah Putih dari Universitas Airlangga (Unair) ke PT Biotis untuk diuji klinis pada Selasa (9/11).

BACA: Vaksin Merah Putih Segera Diproduksi, Menkes Dorong Jadi Vaksin Booster

“Kebetulan ikut acaranya tadi pagi. Ada kabar baik dari vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga,” ucap dr Adaninggar.


Menurut dr Ning, vaksin Merah Putih menjadi vaksin karya anak bangsa pertama di Indonesia yang akan segera masuk uji klinis fase 1.

“Diperkirakan pertengahan tahun 2022 uji klinis bisa selesai,” katanya.

Menurut dr Ning, vaksin ini platformnya sama dengan Sinovac/Sinopharm yaitu menggunakan virus yang dimatikan dari varian-varian virus isolat Indonesia sendiri.

Jebolan Fakultas Kedokteran Unair ini menyindir orang-orang yang selama ini terkesan meremehkan ilmuan Indonesia.

“Jadi siapa tuh yang bilang ilmuwan Indonesia gak ada yang bisa isolasi virus, ini bukti konkretnya, gak bakalan ada bibit vaksin kalo tidak ada isolat virusnya,” sindirnya.

BACA: Profil dr RA Adaninggar SpPD, Edukator Hoaks Covid-19

Uji preklinis vaksin Merah Putih pada hewan sudah selesai dan hasilnya menjanjikan.

Rencananya, vaksin Merah Putih ini akan dijadikan sebagai booster dan vaksin anak di bawah 12 tahun.

“Selain memperkuat persediaan vaksin di Indonesia, vaksin ini akan direncanakan digunakan sebagai booster dan untuk anak usia <12 tahun,” tandas dr Ning.

Meski vaksin dan obat Covid-19 sudah ada, edukator hoax Covid-19 ini tak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Menkes Puji Unair 

Penyerahan bibit Vaksin Merah Putih dari Unai ke PT Biotis disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Budi Gunadi memuji para ilmuan Unair yang telah bekerja keras mengembangkan vaksin Merah Putih.

“Saya ucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri,” ucap Budi Gunadi Sadikin.

Budi Sadikin berharap uji klinis fase 1 dipercepat agar vaksin tersebut bisa segera digunakan.

“Ini kan sudah lulus uji praklinis ke hewan, kalau bisa uji klinisnya mulai tahun ini, untuk mengukur keamanannya,” tuturnya.

Menkes menegaskan vaksin Merah Putih nantinya bisa dikembangkan untuk memberikan vaksin booster dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun.

“Karena saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19,” tandas Budi Gunadi. (one/pojoksatu)