Ratusan Juta Dana Desa Tak Jelas, Bupati Madina Malah Marah-marah, ‘Ngapain Kau Banyak Kali Cerita’

Bupati Madina dan Wakil Bupati Madina (ist)

POJOKSATU.id, PANYABUNGAN — Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution marah-marah saat dikonfirmasi mengenai dana desa Tambangan Tonga yang bermasalah sejak 2019-2021. Ratusan juta dana desa ini tak jelas.

Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumut, Jafa Sukhairi Nasution, sudah dua kali marah-marah ke Pojoksatu.id saat dikonfirmasi mengenai dana desa Tambangan Tonga yang bermasalah ini.

Marah pertama kali dilakukan Jafar Sukhairi Nasution pada 19 Oktober 2021 lalu.

Menurut Bupati yang baru sekitar 3 bulan menjabat ini, masalah dana desa ini seharusnya disampaikan secara langsung ke kantor bupati Madina, tak bisa melalui telepon.


Baca Juga :

Ratusan Juta SPj Dana Desa 2020 Pj Kades Edy Anwar Jadi Temuan Inspektorat, Sudah 9 Bulan Tak Dikembalikan

“Kenapa kau paksa aku memberikan komentar. Adanya sopan santun. Datang kau ke kantor. Jangan terlalu paksa kau. Datang kau ke kantor. Gitu kan kata saya sama kau,” jelasnya dengan suara meninggi.

“Sopan santun kalau bicara. Jangan anggap remeh kau sama orang. Datang kau ke kantor,” katanya lagi masih dengan suara meninggi via telepon seluler.

Dia mengaku tak ada menutup pintu bagi siapapun yang akan datang menemuinya di kantor bupati.

Sementara marah-marah kedua kali dilakukan Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution saat dikonfirmasi pada Senin (8/11/2021).

Marah kedua ini bermula ketika Pojoksatu.id menjelaskan bahwa tim pemeriksaan khusus Pj Kades Tambangan Tonga Edy Anwar sudah dibentuk oleh Inspektorat Madina.

Namun surat perintah tugas (SPT) tim ini harus melalui prosedur atau tangan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution.

“Leading sektor untuk pengawasan kan beliau wakil bupati. Sudah dinotakan,” jelasnya, Senin (8/11/2021).

Disinggung, harusnya sesuai Perbup No 21 Tahun 2019, Bupati Madina yang menandatangani SPT tim pemeriksa khusus Pj Kades Edy Anwar ini.

“Dulu ya begitu. Sekarang kita berdayakan wakil bupati. Karena tupoksi itu, pengawasan dia,” jelasnya.

Menurut Bupati Madina Jafa Sukhairi Nasution, untuk pengawasan kepala desa termasuk juga bagian dari wakil bupati, bukan bagian bupati.

“Saya bukan superman. Bisa semua. Pembagian tugas itu harus mutlak,” katanya lagi mulai meninggi.

Ditanya dengan adanya surat (SPT) ini di tangan Wakil Bupati Madina, maka masyarakat Tambangan Tonga harus menunggu sekian lama, Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution langsung marah-marah.

“Iya. Kalau ada yang kurang jelas kan ada Polres, ada Jaksa, ngapain kau banyak kali cerita. Langsung aja kalau ada kecurangan, kalau ada kejanggalan, lapor aja,” jelasnya denga nada marah-marah.

Disinggung prosedurnya bisa dilakukan pelaporan ke penegak hukum sesudah ada hasil dari pemeriksaan khusus Inspektorat, Bupati Madina malah memberikan alasan lain.

“Kalau bukti itu kuat, tidak harus dari situ. Iya kan. Kalau bisa kau temukan fakta di lapangan, langsung aja,” jelasnya.