Dua Obat Covid Ini Diklaim Efektif Cegah Kematian

Ilustrasi. Obat Covid-19 Paxlovid diklaim efektif cegah kematian.

POJOKSATU.id – Setelah perusahaan farmasi Merck produksi obat Covid-19 molpinuravir, kini perusahaan framasi Pfizer mengumumkan obat Covid-19 Paxlovid.

Dua obat Covid-19 ini diklaim efektif mencegah rawat inap dan kematian.

BACA: Kabar Gembira, Obat Covid-19 Molpinuravir Diproduksi

Obat Covid-19 Paxlovid diklaim mencegah risiko kasus rawat inap dan kematian akibat Corona 89 persen, termasuk pada lansia.


Obat Covid Paxlovid dibuat di laboratorium perusahaan farmasi Amerika, Pfizer.

Paxlovid adalah kombinasi dari dua obat. Pertama, senyawa kimia yang dilabeli PF-07321332. Perannya adalah mengeblok aktivitas sebuah enzim yang berperan dalam replikasi virus corona dalam sel.

Senyawa obat kedua disebut ritonavir. Dikembangkan sebagai obat HIV, obat ini membantu memperlambat pemecahan PF-07321332.

Uji Paxlovid yang dikontrol dengan plasebo melibatkan 1.219 responden dari rencana 3.000 orang dari berbagai belahan dunia, seperti Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia dan Afrika.

Sebanyak 45 persennya adalah pasien di Amerika Serikat. Mereka seluruhnya yang dilibatkan dalam uji obat Covid ini adalah yang terkonfirmasi positif dalam lima hari pertama infeksi SARS-CoV-2.

Mereka lalu dibagi dua antara penerima Paxlovid dan placebo.

Terapi dilakukan selama lima hari dengan pemberian obat maupun placebo setiap 12 jam, lalu dilihat perkembangannya pada hari ke-28.

Dari mereka yang positif Covid-19 kemudian diberikan Paxlovid pada hari ketiga infeksinya, sebanyak 0,8 persen di antaranya tetap harus mendapat perawatan di rumah sakit—tanpa ada yang meninggal.

Pembandingnya adalah 7,0 persen dari mereka di kelompok yang diberikan plasebo dan tujuh pasien akhirnya meninggal.

Dari mereka yang positif Covid-19 kemudian diberikan Paxlovid pada hari kelima infeksinya, sebanyak 1,0 persen yang harus dilarikan ke rumah sakit—tanpa ada yang meninggal.

Sedangkan penerima plasebo ada 6,7 persen dan 10 pasien yang akhirnya meninggal.

Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar SpPD menyambut baik kehadiran dua obat Covid-19 ini.

Dokter yang akrab disapa dr Ning ini mengatakan, dengan adanya obat Covid baru ini, maka semakin banyak senjata untuk melawan Covid.

Senjata melawan Covid-19 yang dimaksud dr Ning di antaranya protokol kesehatan, vaksin Covid-19 dan obat Covid-19.

“Semakin banyak senjata kita nih dalam melawan covid. Protkes + pola hidup sehat + vaksin + obat,” ucap dr Ning.

Ia tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk divaksin. (one/pojoksatu)