dr Ning Ungkap Kelebihan Obat Covid-19 Paxlovid

dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (Dok dr Ning).
dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD alias dr Ning. (Dok dr Ning).

POJOKSATU.id – Dokter spesialis penyakit dalam dr RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD menyambut baik obat Covid-19 Paxlovid yang diproduksi perusahaan farmasi Pfizer.

Menurut dr Ning, sapaan akrab dr RA Adaninggar SpPD, Pfizer mengklaim obat Covid-19 Paxlovid efektif mencegah rawat inap dan kematian hingga 89 persen.

BACA: Dua Obat Covid Ini Diklaim Efektif Cegah Kematian

Jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menjelaskan bahwa obat Covid-19 Paxlovid merupakan obat minum, bukan obat suntik.


Menurut dr Ning, dari analisis interim uji klinis fase 2/3 didapatkan hasil yang menjanjikan.

Cara kerja obat Covid-19 Paxlovid mirip dengan salah satu obat HIV.

“Obat ini menghambat enzim protease untuk perkembangbiakan virus,” ucap dr Ning, dikutip Pojoksatu.id dari Instagram pribadinya, drningz, Senin (8/11).

Obat Covid baru ini efektif diminum dalam 5 hari pertama sakit.

Selain itu, obat Covid Paxlovid juga efektif untuk lansia dan orang rentan.

Dengan adanya obat Covid baru ini, maka semakin banyak senjata untuk melawan Covid.

Senjata yang dimaksud dr Ning di antaranya protokol kesehatan, vaksin Covid-19 dan obat Covid-19.

“Semakin banyak senjata kita nih dalam melawan covid. Protkes + pola hidup sehat + vaksin + obat,” ucap dr Ning.

Ia tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah untuk divaksin agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

BACA: Profil dr RA Adaninggar SpPD, Edukator Hoaks Covid-19

Sebelumnya, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan obat Covid Paxlovid efektif mencegah rawat inap dan kematian akibat Covid-19 hingga 89 persen.

Hasil dari uji klinis tahap menengah hingga akhir diklaim sangat kuat sehingga Pfizer akan berhenti merekrut orang baru untuk uji coba tersebut, kata perusahaan tersebut.

Pfizer akan mengirimkan data ke Badan Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) sesegera mungkin sebagai bagian dari “pengajuan bergulir” untuk Otorisasi Penggunaan Darurat.

“Berita hari ini adalah pengubah permainan yang nyata dalam upaya global untuk menghentikan kehancuran akibat pandemi ini,” kata Albert Bourla, dilansir dari France24.

Ia menegaskan obat Covid Paxlovid diyakini dapat mengurangi resiko kematian akibat virus Corona.

“Data menunjukkan bahwa kandidat antivirus oral kami, jika disetujui atau disahkan oleh otoritas pengatur (FDA), berpotensi menyelamatkan nyawa pasien, mengurangi keparahan infeksi Covid-19, dan menghilangkan hingga sembilan dari 10 rawat inap,” ucapnya. (one/pojoksatu)