10 Kontroversi Ceramah Buya Syakur di Mabes Polri, Program Moderasi Agama

Buya Syakur saat ceramah di Mabes Polri. (YouTube/Buya Syakur)

7. Nabi Muhammad Tidak Poligami

Buya Syakur menyebut Nabi Muhammad tidak pernah berpoligami.

“Tapi kalau kita lihat dari pernikahannya Nabi Muhammad, Nabi Muhammad tidak pernah berpoligami,” katanya.

Ia menyebut Islam melegalkan poligami, begitu pun di jazirah Arab dan penyembah berhala.

“Di zazirah Arab, iya Yahudi berpoligami, penyembah berhala berpoligami, orang Islam berpoligami, yang tidak berpoligami agamanya apa?,” tanya Buya Syakur.


Ia juga terheran-heran dengan sikap Nabi Muhammad SAW yang berkonsultasi dengan pendeta saat menerima wahyu.

“Tetapi yang menjadi pertanyaan bagi saya, yaitu ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, dikonsultasikan dengan seorang ahli spritual, seorang pendeta,” jelasnya.

“Nabi Muhammad, Nabi kita, mengkonsultasikan wahyu itu dengan seorang pendeta,” tambahnya.

8. Islam Belum Sempurna

Buya Syakur menyinggung soal era kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang bisa menyatukan umat Islam selama 23 tahun. Nabi Muhammad, kata dia, sudah menunaikan tugas dengan sempurna.

Ia mengutip ayat Alquran surat Al Maidah, seperti berikut ini.

اليَومَ أَكمَلتُ لَكُم دينَكُم وَأَتمَمتُ عَلَيكُم نِعمَتي وَرَضيتُ لَكُمُ الإِسلامَ دينًا

Artinya: Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu. (Surah Al-Maidah 5: 4)

“Ayat ini isinya menyatakan bahwa Nabi Muhammad telah menyelesaikan tugasnya sebagai Rasul dengan sempurna,” ucapnya.

Namun pemahaman itu digeser lagi dengan menyebut bahwa Islam adalah agama yang sempurna.

“Pemahamannya bergser lagi, yaitu beranggapan Islam adalah agama yang sudah sempurna. Mana mungkin di dunia ada kesempurnaan,” ujarnya.