10 Kontroversi Ceramah Buya Syakur di Mabes Polri, Program Moderasi Agama

Buya Syakur saat ceramah di Mabes Polri. (YouTube/Buya Syakur)

2. Nabi Muhammad Bawa Sekte Baru Agama Nasrani

Buya Syakur menjelaskan masyarakat Mekah pada waktu itu menduga bahwa Nabi Muhammad SAW bukan membawa agama baru, melainkan mengembangkan sekte baru dalam agama Nasrani.

“Dari situlah maka dugaan-dugaan orang Mekah, siapa Muhammad ini, seorang anak yatim piatu yang hidupnya penuh penderitaan, kemudian dia banyak berbicara masalah persatuan, kesatuan dan sebagainya,” ucapnya.

“Diduga oleh orang-orang Mekah pada zamannya itu, bahwa Nabi (Muhammad) itu diduga bukan membawa agama baru, tapi dia ini mengembangkan sekte baru dalam agama Nasrani,” tambah Buya Syakur.

3. Menjaga Persatuan Dijamin Masuk Surga

Menurut Buya Syakur, ide besar Nabi Muhammad adalah membangun persatuan dan kesatuan.


“Memang nabi menjamin barang siapa yang mendukung perstuan dijamin masuk surga,” ucapnya.

4. Kalimat Tauhid Bukan Kunci Masuk Surga

Buya Syakur menegaskan kalimat tauhid laa ilaaha illallah bukan kunci masuk surga.

Kalimat tauhid tersebut bermakna persatuan. Namun sekarang ini makna persatuan itu bergeser menjadi bermakna kunci masuk surga.

“Dalam perjalanan peradaban umat Islam, ini bergeser menjadi ucapan lailaha illallah menjadi kunci untuk masuk surga,” ucapnya.

“Sekarang menjadi barang siapa yang akhir ucapannya sebelum meninggal mengucapkan lailaha illallah, masuk surga, menjadi tidak masuk akal,” katanya.

“Masak masuk surga dengan ucapan? Memangnya film Barbie? memangnya Aladin?,” katanya lagi.

Ia menegaskan bahwa yang dijamin masuk surga adalah mereka yang mendukung persatuan dan kesatuan.

“Yang dijamin masuk surga yang mendukung nabi dalam rangka membangun persatuan,” jelasnya.