Jokowi Tunjuk Andika Perkasa Jadi Panglima, Mahfud MD Bilang Begini

Menko Polhukam Mahfud MD.

POJOKSATU.id, JAKARTA- Menko Polhukam Mahfud MD turut menyoroti penunjukan Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.


Menurutnya, penjunjukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu sudah sesuai kebutuhan negara.

“Pertimbangan pak Presiden memilih pak Andika sesuai kebutuhan yang komprehensif sekarang ini,” kata Mahfud dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).

Ia menyebutkan, Andika sebagai sosok yang sangat berkualitas layak menjadi Panglima TNI.


“Setiap KSAD pastilah merupakan orang yang terbaik dari matra masing-masing,” ucapnya.

Mantan Ketua Mahakamah Konstitusi (MK) itu menilai, penunjukan Andika Perkasa oleh Presiden Jokow Widodo (Jokowi) sudah tepat.

“Pilihan Presiden sudah tepat dan mantap sesuai dengan hak prerogatifnya,” tutur Mahfud MD.

Ia mengatakan, orang nomor satu Indonesia itu tidak akan terpengaruh oleh opini-opini liar.

“Beiau tidak diombang-ambingkan oleh opini yang tidak relevan,” pungkas Mahfud MD.

Untuk diketahui, penunjukan Andika Perkasa jadi calon Panglima TNI menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya dari Koalisi Masyarakat Sipil yang mengkritik penunjukan Andika Perkasa menjadi calon tunggal Panglima TNI.

Koalisi Masyarakat Sipil menilai penunjukan tersebut mengandung tiga permasalahan serius.

Di antaranya, Presiden telah mengesampingkan pola rotasi matra yang berlaku di era reformasi dalam regenerasi Panglima TNI.

“Pola rotasi penting dilakukan guna meredam kecemburuan sosial sesama prajurit,” peneliti Koalisi Masyarakat Sipil bidang Reformasi Sektor Keamanan Hussein dalam keterangannya, Kamis (4/11).

“Sangat mungkin terjadi di antara prajurit akibat adanya kesan bahwa Presiden RI menganak-emaskan satu matra dalam tubuh TNI, seperti di masa Orde Baru,” sambungnya.

Hussein mengingatkan rotasi jabatan Panglima TNI yang dimulai sejak awal Reformasi perlu dipertahankan.

Apalagi hal tersebut juga telah diamanatkan dalam UU TNI.

Jenderal Andika diketahui merupakan menantu mantan Kepala BIN Jenderal Purn Hendropriyono.

“Seharusnya Presiden RI Joko Widodo tidak mengabaikan pola pergantian Panglima TNI berbasis rotasi matra,” ujarnya.

Mengabaikan pendekatan ini, lanjut Husein, dapat memunculkan tanda tanya besar

“Apakah Presiden RI lebih mengutamakan faktor politik kedekatan hubungan subyektif daripada memakai pendekatan profesional dan substantif,” ucapnya.

(muf/pojoksatu)