Pengamat Politik Mujahid 212 Sebut Prabowo Subianto Menhan Macan Ompong Hadapi RRC

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka membicarakan soal koalisi, Jumat (11/10/2019)
Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu di Istana Merdeka membicarakan soal koalisi, Jumat (11/10/2019)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat hukum dan politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis menyebut Menhan Prabowo Subianto sebagai Macan Ompong menghadapi RRC di Laut Natuna Utara.


Prabowo Subianto dianggap seperti Menteri Pertahanan macan ompong setelah adanya ejekan dari media Malaysia.

Media Malaysia mengejek Indonesia dengan menyebut ciut kepada Republik Rakyat China (RRC) di Laut Natuna Utara.


Pengamat hukum dan politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis menyebut, tidak seluruhnya benar apa yang disampaikan oleh media Malaysia tersebut.

Baca Juga :

Presiden Xi Jinping Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 Roma, Makin Memperumit Hubungan China dan AS

Karena kata Damai, jika sebutan Indonesia dimaknai dalam artian seluruh bangsa dan negara, sebenarnya rakyat bangsa Indonesia sudah muak.

Dan berharap dapat mengusir China komunis agar hengkang dari seluruh wilayah Indonesia berikut tenaga kerjanya sekalipun.

“Namun apa daya, Sang Menhan PS (Prabowo Subianto) yang bertanggung jawab terkait pertahanan dan keamanan tak berbuat apa-apa. Justru sibuk dengan program menanam singkong,” ujar Damai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/10).

Damai pun menyinggung Prabowo Subianto yang pernah mendapat julukan oleh masyarakat sebagai Macan Asia.

Akan tetapi, julukan tersebut gaungnya nyaris tak terdengar.

“Justru yang ada kebanyakan masyarakat menggantinya dengan julukan Macan Ompong dari Asia setelah dia bergabung dengan eks seterunya saat capres 2014-2019 dan 2019 2024,” kata Damai.

Apalagi kata Damai, Prabowo kini tunduk dan patuh serta memuji-muji semua kebijakan Jokowi dalam memimpin negara selama ini.

“Melalui pernyataannya (Prabowo) bahwa dirinya angkat kesaksian apa yang diperbuat Jokowi dalam memimpin adalah sudah on the track atau di jalan kebenaran,” kata Damai. (ral/rmol/pojoksatu)