Disuruh Imam Syamsi Ali Bicara Pakai Otak, Begini Reaksi Ade Armando

Ade Armando

POJOKSATU.id – Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menanggapi pernyataan Imam Syamsi Ali yang memintanya bicara pakai otak.


Ade Armando membagikan tautan berita berjudul “Sindir Keras Ade Armando soal Syariat Islam, Imam Shamsi Ali: Bicara Pakai Otaklah!” di akun Twitternya, @AdeArmando24 pada Kamis (28/10).

BACA: Imam Syamsi Ali Minta Ade Armando Bicara Pakai Otak, Mengingkari Syariat Berarti Ingkari Islam

Ia menolak pernyataan Imam Syamsi Ali yang menyebut Ade Armando mengingkari syariat Islam.


“Imam Shamsi Ali bilang saya mengingkari Islam karena saya menolak menerapkan Syariah. Lho, Indonesia kan menolak menerapkan syariah, masak karena itu Indonesia mengingkari Islam?,” kata Ade Armando, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitternya, Kamis (28/10).

Sebelumnya, Imam Islamic Center New York, Ustad Muhammad Syamsi Ali menanggapi pernyataan Ade Armando yang mengaku beragama Islam tapi tidak percaya syariat Islam harus dijalan.

Syamsi Ali membagikan tangkapan layar artikel berjudul “Ade Armando: Saya Beragama Islam tapi tidak Percaya Syariat Islam Harus Dijalankan” di akun Twitternya, @ShamsiAli2, Rabu (27/10).

Menurut Syamsi Ali, mengingkari syariat Islam sama saja dengan mengingkari Islam.

Direktur Jamaica Muslim Center ini meminta Ade Armando untuk berbicara dengan menggunakan logika dan pikiran.

“Berislam tanpa bersyariat tidak berislam. Ketika anda mengingkari syariat anda ingkari Islam. Anda Syahadat itu Syariah, anda sholat itu Syariah, anda Puasa, Haji, makan halal, tidak makan haram itu Syariah, nikah itu Syariah, tidak zinah itu Syariah. bicara Pakai otaklah!,” tegas Syamsi Ali.

Ia mengungkit tentang rumusan Pancasila yang dikenal sebagai Piagam Jakarta.

Pada sila pertama disebutkan: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya.

Namun sila pertama itu dihapus dan diganti menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

“Ketika pendiri bangsa menghapus 7 kata dari sila pertama Pancasila itu karena Pancasila milik semua warga negara, Muslim dan non Muslim,” tulis Imam Syamsi Ali.

“Tapi ketika sudah bicara Islam, itu hanya u/orang Islam. Di sìni Syariah menjadi keharusan. Karena semua yang dilakukan dalam agama Syariah,” tambahnya.

Dikatakan Shamsi Ali, berislam melalui “menjalankan Syariah” bagi Umat Islam itu rincian dari sila pertama, khusus bagi umat Islam.

“Pemahaman ini bukan bagian atau pasal dari Pancasila. Tapi penafsiran warga negara Indonesia yang Muslim tentang Pancasila berdasarkan ajaran agamanya,” tandas Syamsi Ali. (one/pojoksatu)