Ancam Potong Kepala, Demokrat Puji Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

POJOKSATU.id – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman memuji sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berjanji akan bertindak tegas kepada anak buahnya.


Kapolri menegaskan anak menindak kapolda, kapolres, hingga kapolsek jika tak bisa menjadi teladan bagi jajaran dan masyarakat.

“Tentu banyak tantangan, tapi kita optimis pak Kapolri mampu benahi institusi Polri. Lanjutkan terus agenda reformasi: reformasi kultural, struktural dan reformasi instrumental,” kata Benny K Harman, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitternya, @BennyHarmanID, Kamis (28/10).

Benny membagikan tautan berita berjudul “Kapolri ke Jajaran: Tak Mampu Bersihkan Ekor, Kepalanya Saya Potong”.


Jenderal Listyo Sigit menyayangkan belakangan ini tren positif kepercayaan publik terhadap Polri mengalami penurunan karena adanya sejumlah perbuatan oknum.

Sigit berharap hal ini menjadi koreksi bagi internal Polri untuk melakukan perbaikan.

Mantan Kabareskrim Polri ini meyakini institusi Polri jauh lebih banyak diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki semangat perubahan untuk mewujudkan semangat dari Presisi.

Menurutnya, perbuatan yang dilakukan oleh personel bila bersifat positif, maka dampaknya secara organisasi akan positif. Begitupun sebaliknya.

“Masih sangat banyak polisi yang baik dibanding oknum sehingga manfaatkan perkembangan teknologi untuk memunculkan terobosan kreatif dan positif yang ada,” ujar Sigit di acara penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan ke-66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10).

Sigit mengingatkan soal kepemimpinan. Dia mengutip peribahasa ‘ikan busuk mulai dari kepala’. Artinya, permasalahan di internal kepolisian bisa terjadi jika pemimpinnya bermasalah atau tidak mampu menjadi teladan.

“Ada pepatah, ikan busuk mulai dari kepala, kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya akan bermasalah juga,” ucapnya.

Karena itu, kata Sigit, pimpinan harus jadi teladan, sehingga bawahannya akan meneladani.

“Kita tidak mungkin diikuti kalau kita tidak memulai yang baik, kita tidak mungkin menegur kalau tidak jadi teladan, harus mulai dari pemimpin atau diri sendiri,” teganya.

Sigit menegaskan tidak akan ragu menindak tegas kapolda, kapolres, hingga kapolsek apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.

Menurut Sigit, semua itu dilakukan untuk kebaikan Korps Bhayangkara ke depan.

“Kalau tak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong,” jelas Sigit.

“Ini semua untuk kebaikan organisasi yang susah payah berjuang. Menjadi teladan, pelayan dan pahami setiap masalah dan suara masyarakat agar kita bisa ambil kebijakan yang sesuai,” tandas Sigit. (one/pojoksatu)