UNS Serahkan Kasus Kematian Mahasiswanya ke Polisi, Pelaku Siap-siap di Drop Out

Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)
Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Universitas Sebelas Maret (UNS) merespons berbagi tuntutan dari mahasiswa dan masyarakat terkait pembekuan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa atau menwa.

Ini menyusul tragedi diklat menwa UNS yang membuat salah seorang mahasiswa pesertanya meninggal dunia.

Kepada wartawan, pihak UNS menyatakan tengah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi kegiatan organisasi mahasiswa tersebut.

Jika terbukti ada pelanggaran, maka organisasi mahasiswa (ormawa) akan dibekukan. Mahasiswa yang bersalah juga akan di-drop out (DO).


Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS Sutanto mengatakan, tim evaluasi tersebut terdiri dari lima elemen yang berbeda. Mulai dari bidang hukum, kedokteran, pembinaan mahasiswa, wakil dekan III kemahasiswaan, dan bidang administrasi.

Tim evaluasi bertugas mengumpulkan data-data sebagai dasar rekomendasi pimpinan kampus untuk pemberian sanksi pada ormawa yang bersangkutan.

“Tim evaluasi sudah mulai melakukan tugasnya. Sekretariat ormawa yang bersangkutan juga sudah kami bekukan sementara. Sudah kami kunci untuk mengamankan semua barang bukti,” ujarnya, Rabu (27/10) dikutip radar surakarta (jaringan pojoksatu)

Berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 26 Tahun 2020 tentang Organisasi Kemahasiswaan UNS serta hasil dari tim evaluasi, pihak yang melanggar peraturan tersebut akan dikenai sanksi.

Di samping juga mendasarkan pada bukti dan hasil penyidikan dari kepolisian.

“Hasil evaluasi itu akan kami ukur seberapa berat pelanggaran yang dilakukan oleh ormawa. Ditambah sampai ada kejadian menghilangkan nyawa seseorang. Maka jika terbukti, pastinya akan kami bekekukan,” ungkap Sutanto.

Disinggung terkait sanksi untuk panitia jika terbukti bersalah, Sutanto menegaskan, para mahasiswa yang terbukti bersalah akan dikeluarkan dari kampus atau DO.

Kampus sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

“Tentu jika mereka terbukti bersalah, akan diterapkan sesuai dengan peraturan hukum pihak kepolisian. Kampus juga akan mencopot status mereka sebagai mahasiswa UNS,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Ahmad Yunus menambahkan, saat ini kampus telah mengirimkan kronologis resmi penyebab meninggalnya mahasiswa Gilang Endi Saputra, 21, saat mengikuti diklat Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa kepada Kemendikbud Ristek, Rabu (27/10) siang.

“Kronologi resminya sudah kami berikan pada pak rektor. Kemudian dari pak rektor juga sudah menyerahkan data kronologis tersebut kepada menteri. Sedangkan untuk penyebab pasti meninggalnya GE (Gilang Endi) kami masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Yunus, dalam waktu dekat kampus akan meminta perwakilan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa untuk memberikan keterangan dan penjelasan terkait kronologi kejadian. Namun, untuk sekarang Yunus mengakui kondisi panitia belum bisa memberikan keterangan tersebut.

“Kami akan usahakan agar ada perwakilan dari Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa untuk sedikit memberikan keterangan di publik. Minimal permohonan maaf atas kejadian tersebut,” pungkasnya.

(dhe/pojoksatu)