Pengamat Beberkan Kriteria yang Pas untuk Jadi Jubir Presiden, Begini Tipikalnya..

Presiden Joko Widodo berpidato dalam Sidang Umum PBB secara daring, Rabu (23/9/2020)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Pengamat politik Jamiluddin Ritonga turut menyoroti kosongnya posisi Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Itu usai ditinggalkan oleh Fadjroel Rachman yang kini dilantik menjadi Duta Besar (Dubes) Kazakhstan.

Menurut Jamiluddin, kriteria yang pas mengisi posisi Jubir Presiden ialah orang yang memiliki tipikal sama dengan Jokowi.

“Tinggal dicari sosok kriteria yang tipikalnya mendekati tipikal Presiden Jokowi, itu yang pas,” kata Jamiluddin dihubungi Pojoksatu.id, Selasa (26/10/2021).


Berdasarkan kriteria itulah, lanjut Dosen Universitas Esa Unggul itu, sebaiknya Jokowi memilih jubirnya.

“Kalau itu dapat dipenuhi, maka jubir akan dapat mewakili tipikal Jokowi serta mumpuni dalam menyampaikan aktifitas presiden dan kebijakannya,” terangnya.

Sementara itu, pakar komunikasi Emrus Sihombing menyarankan kepada Presiden Jokowi agar mengangkat seorang Juru Bicara (Jubir) dari ahli komunikasi.

Menurutnya, seorang ahli komunikasi sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuannya.

“Saya yakin, jika Jokowi mengangkat ahli komunikasi akan bisa membantu Jokowi,” kata Emrus.

Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) itu menilai, jika bukan dari ahli komunikasi sebagai Jubir, maka tidak akan profesional.

“Kalau jubir itu bukan orang komunikasi maka pengelolaannya tidak akan profesional, karena dia tidak mengerti konsep dan teori komunikasi,” terangnya.

Istana Belum Memastikan

Istana sendiri masih belum memastikan siapa sosok yang akan menggantikan posisi Fadjroel Rachman sebagai Jubir Presiden.

Sampai saat ini, Presiden Jokowi juga masih belum memberikan arahan.

“Sampai saat ini belum ada arahan Presiden,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Akan tetapi, Bey mengsinyalkan kemungkinan bisa jadi posisi Jubir Presiden ditiadakan.

“Di Istana sudah ada Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan KSP,” sambungnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi melantik beberapa Duta Besar RI untuk beberapa negara sahabat, Senin (25/10/2021).

Total ada 16 dubes dilantik. Diantaranya Fadjroel Rachman, dan Rosan Roeslani sebagai Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS).

Kemudian Febriarn A Ruddyard ditunjuk sebagai Dubes PBB di Jenewa dan Armanatha Nasir menjadi Dubes PBB.

(muf/pojoksatu)