Nikita Mirzani Lecehkan Bacaan Sholat, Novel PA 212 : Gak Usah Dipolisikan Biar Umat Buat Perhitungan

Nikita Mirzani
Nikita Mirzani. Foto : Instagram/@nikitamirzanimawardi_172.

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kelakuan Nikita Mirzani yang melecehkan bacaan sholat di media sosial TikTok dikecam banyak pihak. Salah satu kecaman datang dari Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin.


Anak buah Habib Rizieq mengatakan, hukuman yang pantas terhadap penista agama harusnya hukuman mati.

“Dalam hukum Islam jelas bagi para penista agama tidak ada tebusannnya kecuali hukuman mati,” kata Novel saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (25/10/2021).

Sedari Nikita kerap membuat ulah, kata Novel, ia enggan membawa kasus penista yang dilakukan Nikita Mirzani itu ke ranah hukum.


Menurutnya, biarlah umat Islam sendiri yang membuat perhitungan atas ulah Nikita tersebut.

“Saya serahkan saja kepada umat islam untuk mereka buat perhitungan terhadap para pelaku penista agama (termasuk Nikita),” tuturnya.

Untuk diketahui, Nikita Mirzani membuat heboh publik dengan video dirinya yang membaca doa niat salat.

Video Nikita Mirzani melecehkan doa salat itu mendapat kecamatan dari warganet pengguna TikTok.

Dalam video itu, Nikira Mirzani melafalkan niat salat Maghrib dengan diakhiri tertawa keras.

“Si burik cara salat aja nggak tahu. Masa Allahu Akbar baru niat ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa,an lillaahi ta’aala. Takbir,” ucap Nikita Mirzani pada video yang diunggah di Instagram, Minggu (24/10/2021).

Namun Nikita Mirzani menampik dirinya melecehkan bacaan salat dan menistakan agama Islam sebagaimana dituduhkan.

Janda tiga anak ini mengakui bahwa dirinya memang sengaja membuat video itu.

Video dimaksud dibuat saat dirinya tengah berseteru dengan salah seorang selebritas.

Nikita Mirzani menduga, ada yang membenci dirinya dan sengaja memotong videonya itu.

“Seolah-olah gue seperti melecehkan agama Islam. Padahal gue enggak pernah melakukan itu,” kata Nikita Mirzani, di sela peluncuran program baru Opra Entertainment di Jakarta, Sabtu (23/10/2021) malam. (fir/pojoksatu)