Pengamat: Soal Kebebasan Berpendapat dan Berdemokrasi Zaman SBY Lebih Bagus

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat politik Ujang Komarudin menyebutkan rezim Jokowi dan SBY sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Soal kebebasan berpendapat bagaimana?


Diketahui, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membandingkan kinerja pemerintahan Jokowi dengan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hasto menyatakan Jokowi sosok presiden yang turun ke bawah kemudian memberikan arahan, mengadakan rapat kabinet terbatas, lalu mengambil keputusan dalam forum tersebut.

“Berbeda dengan pemerintahan sepuluh tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan,” ucapnya lewat keterangan tertulis, dikutip Jumat, 22 Oktober 2021.


Menanggapi hal itu, pengamat politik Ujang Komarudin menyebutkan rezim Jokowi dan SBY itu sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dia menyebutkan jika perbandingan dilakukan oleh orang dari bagian koalisi pemerintah pasti akan subjektif.

“Namun, Soal kebebasan berpendapat dan soal berdemokrasi, zaman SBY masih bagus. Dan aspirasi rakyat saat ini juga tak didengar,” kata Ujang kepada JPNN.com, Minggu (24/10).

Di sisi lain, dosen Universitas Al Azhar Jakarta itu menyebutkan rezim Jokowi dan DPR saat ini seakan abai dengan aspirasi masyarakat.

Dia mencontohkan kasus revisi UU KPK, revisi UU Minerba, dan disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja yang ditolak oleh rakyat.

“Jadi, rakyat banyak dibelakangi. Seperti itulah faktanya,” tutur Ujang Komarudin. (jpnn/pojoksatu)