Demokrat Sindir Lagi PDIP, Ratusan Ribu Rakyat Kita Berduka Masih Pantaskah Mengklaim Prestasi

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA— Partai Demokrat kembali berpolemik dengan PDIP. Kali ini Demokrat menanggapi perbandingan kinerja Presiden Jokowi dan masa Presiden SBY.


Demokrat menyampaikan ini menanggapi apa yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Kepala Bidang Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar pemerintah fokus terhadap nasib rakyat kecil yang saat ini masih terpuruk karena pandemi Covid-19.

Ia menyayangkan saat ini yang muncul dari partai pendukung pemerintah justru membanding-bandingkan kinerja pemerintahan sekarang dengan yang lalu.


Herzaky mengatakan, sebaiknya energi yang kita punya saat ini difokuskan untuk membantu rakyat.

“Ini yang menjadi prinsip Demokrat, baik saat ini di bawah kepemimpinan Mas AHY, maupun ketika dulu kader terbaik Partai Demokrat Bapak SBY memimpin Indonesia,” tegas Herzaky, Minggu (24/10).

Menurutnya, saat ini tugas yang paling mulia adalah membantu rakyat bukan malah mengklaim prestasi.

“Lebih baik kita sibuk bantu rakyat, daripada sibuk klaim prestasi. Biarkan rakyat yang merasakan prestasi kita, bukan malah kita sibuk berkoar-koar di media merasa berprestasi, padahal rakyat sedang susah,” tegasnya lagi.

Herzaky mengakui saat ini pandemi covid-19 memang sudah melandai, bukan berarti nasib rakyat kita langsung membaik. Lolos dari krisis kesehatan, kita masih menghadapi krisis ekonomi.

“Pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat. Apalagi sejak pandemi covid-19. Banyak rakyat yang makan pun sulit, karena tidak punya penghasilan selama satu setengah tahun ini,” katanya.

Bahkan, kata Herzaky, yang sebelumnya tidak termasuk miskin, banyak yang sudah mulai menjual perabotan rumah tangganya untuk bertahan hidup.

“Lebih baik para pejabat pemerintahan, maupun elit parpol pendukung pemerintah, fokus pikirkan rakyat. Cari solusi untuk ini,” ucapnya.

Dia mengatakan ratusan ribu nyawa rakyat melayang dan menjadi korban kegagapan dan ketidaksigapan pemerintah mengelola pandemi covid-19.

“Apa benar pantas mengklaim prestasi? Ratusan ribu rakyat kita yang berduka dan kehilangan anggota keluarganya, lalu masih merasa pemerintah pantas dan berhak mengklaim prestasi? Hati nuraninya dimana?” jelasnya.(ral/rmol/pojoksatu)