Polisi yang Banting Mahasiswa Ternyata Punya Sederet Prestasi, Ini Deretan Penghargaan yang Diraihnya

Tangkapan layar mahasiswa dibanting poisi saat demo di Pemkab Tangerang

POJOKSATU.id, JAKARTA- Brigadir NP, anggora polisi yang membanting mahasiswa saat unjuk rasa di depan kantor Pemkab Tangerang, rupanya banyak mendapat prestasi selama berkiprah di Korps Bhayangkara.

Setidaknya ada 5 penghargaan yang didapat Brigadir NP. Tiga penghargaa lainnya langsung diberikan oleh Kapolda Banten.

“Brigadir NP aktif dalam pengungkapan kasus-kasus yang menjadi atensi publik seperti street crime, kasus pembunuhan bahkan pengungkapan kasus narkoba,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga dalam keterangannya, Sabtu (23/10/2021).

AKBP Shinto mengungkapkan, kasus yang berhasil diungkapnya yakni kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan di area truck PT indorama ventures Indonesia di desa Cihuni kecamatan Pagedangan kabupaten Tangerang.


Kemudian kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 1,051 kg ekstasi sebanyak 88,9 gram.

Dan kasus pembobolan ATM BRI serta tindak pidana Curas yang terjadi di SPBU Rest Area KM 43 A Kecamatan Balaraja.

“Dia juga berhasil mengungkap toko emas permata Tangerang dan pembuatan senjata api ilegal,” terang Shinto.

“Sedangkan penghargaan yang diberikan oleh Kapolres yaitu karena Brigadir NP telah berhasil mengungkap perkara pencurian dengan kekerasan,” bebernya.

Seperti diketahui, viral video seorang peserta aksi di Tangerang dibanting polisi ala ‘smackdown. Aksi tersebut terjadi saat mahasiswa dari berbagai kelompok¬†dibubarkan polisi di depan Kantor Bupati Tangerang.

Demo ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.

Awalnya demo ini digelar secara damai, namun sejumlah massa mulai ricuh dengan petugas hingga terjadi L aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Dalam video yang beredar, anggota kepolisian membubarkan massa secara paksa. Sejumlah mahasiswa pun mulai ditangkap.

Lantas seorang anggota kepolisian berseragam serba hitam menarik salah satu peserta aksi dari kericuhan.

Polisi berseragam hitam kemudian mengunci tubuh mahasiswa tersebut, lalu diangkat kemudian dibanting ke lantai.

Mahasiswa yang dibanting itu sontak tergeletak. Ia sempat tak sadarkan diri. Sejumlah anggota kepolisian pun menghampiri dan membangunkan mahasiswa tersebut. Namun tampak terlihat mahasiswa tersebut sudah tak berdaya.

Atas hal tersebut, Kapolda Banten juga turut menyampaikan permintaan maafnya kepada mahasiswa berinisial MFA (21) atas aksi anggotanya Brigadir NP.

Permintaan maaf itu langsung disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri

“Kami Polda Banten melalui Polresta Tangerang meminta maaf kepada saudara MFA dan keluarga atas insiden kejadian ini,” ucap Wahyu di Tangerang, Rabu malam (13/10/2021)

Wahyu memastikan kondisi MFA baik, hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan oleh dr. Florentina Maas.

Hasil pemeriksaan anggota tubuh dan rontgen torax MFA baik.

“Sudah dilakukan pengecekan tubuh dan rontgen torax, dengan kesimpulan riksa fisik baik, kesadaran composmentis (sadar penuh) dengan suhu 36,5 derajat dan diberikan obat juga vitamin,” ujarnya.

Saat ini Brigadir NP juga sudah dilakukan penahan selama 21 hari kedepan.

(fir/pojoksatu)