Pj Kades Dicopot Gara-gara Dana Desa 2019-2021, Uang Rp127 Juta Belum Jelas Entah Kemana

Ilustrasi dana desa
Ilustrasi dana desa

POJOKSATU.id, PANYABUNGAN — Pj Kades Tambangan Tonga Edy Anwar telah dicopot beberapa waktu lalu. Namun uang sekitar Rp127 juta sisa dana desa tahap I 2021 belum jelas entah kemana.


Tiga pendamping desa tingkat kecamatan yang ditemui Pojoksatu.id, Kamis (21/10) menjelaskan bahwa dana desa tahap I tahun 2021 Tambangan Tonga sudah dicairkan pada April 2021.

Dana desa yang sudah dicairkan sebesar Rp419.070.400 atau sekitar 40 persen dari total dana desa Tambangan Tonga di tahun 2021.

“Untuk tahun 2021 ini, dana desa Tambangan Tonga mencapai Rp1.047.676.000, naik dari tahun sebelumnya atau tahun 2020 yang sekitar Rp700 jutaan,” jelas ketiga pendamping desa ini.


Baca Juga :

Dana Desa Tambangan Tonga Bermasalah 2019 hingga 2021, Pj Kades Dicopot, Ini Tanggapan Kadis PMD Madina

Pj Kades Tambangan Tonga Dicopot Gara-gara Dana Desa 2019-2021, Inspektorat Hanya Respon Begini

Ketiga pendamping desa yang ditemui antara lain Syukri, Muluk dan M Sein.

Alokasi dana desa tahap I sesuai dengan informasi yang mereka berikan antara lain 8 persen untuk penanganan Covid-19 atau sekitar Rp83.814.080.

Sementara alokasi untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp162.000.000 untuk BLT selama 5 bulan.

“Sehingga sisa dana desa reguler ada tersisa Rp173.256.320,” katanya.

Dari dana Rp173 juta yang masih tersisa ini, berdasarkan keterangan yang mereka peroleh dari Desa Tambangan Tonga, sebanyak Rp46.060.000 sudah digunakan untuk Bimtek para aparatur desa.

“Sisa uang yang ada di Pj kepala desa saat ini ada Rp127.196.320,” jelas Syukri, Muluk dan Sein.

Disinggung kenapa dana desa yang tersisa Rp127 juta ini tidak ikut diserahkan saat sertijab antara Pj Kades yang lama kepada yang baru pada Kamis (7/10), pendamping desa ini memberikan alasan begini.

Mereka mengaku saat sertijab Pj kepala desa dilaksanakan antara Edy Anwar kepada Rahim Lubis, mereka ikut serta ke Tambangan Tonga.

“Tidak ada serah terima begitu. Karena kita belum tahu uang itu kemana. Kalau sudah dibuatnya laporan, terbukti sah terlaksana. Maka itu tidak jadi masalah,” jelasnya.

“Cuma secara garis besar, segitulah uang yang tersisa. Kita belum tahu ini kegiatan apa yang dia buat,” kata pendamping desa Syukri, Muluk dan Sein.

Ditanya apakah tidak ada penelusuran yang dilakukan pendamping desa ke Pj Kepala Desa Edy Anwar.

“Pendamping lokal desa (Tambangan Tonga) sudah sering menanyakan itu. Tapi tidak direspon Edy Anwar. Ditelpon tak diangkat, di –WA- tak dibalas. Kadang WA dibaca saja. Kami tidak tahu lagi bagaiamana,” jawabnya lagi.

Menurut Syukri, Pj Kepala Desa Tambangan Rahim Lubis juga akan melakukan penelusuran terkait ini.

“Secara kami akan koordinasi dengan Pj Kepala Desa Pak Rahim Lubis untuk menanyakan uang itu kepada Pak Edy Anwar,” jelasnya.

Menurutnya, secara tanggung jawab, uang Rp127 juta ini masih tanggung jawab Pj kepala desa yang lama.

Perjanjian Tertulis Pj Kepala Desa

Para pendamping desa tingkat kecamatan ini menambahkan, untuk Desa Tambangan Tonga, telah dibuat perjanjian tertulis antara Pj Kepala Desa Edy Anwar dengan Camat Tambangan Yainal Siregar SH akhir 2019 lalu.

Sehingga, selama Edy Anwar menjabat sebagai Pj Kepala Desa Tambangan Tonga, dana desa ini tidak mereka ketahui dengan pasti pengelolaannya.

“Isinya pihak kecamatan tak berhak ikut campur dengan dana desa di Tambangan Tonga. Pihak kecamatan saja tak bisa ikut campur dengan dana desa Tambangan Tonga,” jelas ketiganya kepada Pojoksatu.id.

Para pendamping dana desa ini mengungkap Edy Anwar ini merupakan Pj kepala desa yang sulit diajak koordinasi dan komunikasi mengenai program dan laporan kegiatan dana desa di Tambangan Tonga.

“Kami ini sebenarnya mengeluh, ada enam desa di Kecamatan Tambangan yang membuat perjanjian seperti itu. Dari pihak kecamatan tak boleh ikut campur,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Fauzi Nasution (25) warga Desa Tambangan Tonga menyebutkan, untuk dana Covid-19 selama Januari hingga Oktober 2021, tidak ada sama sekali disalurkan semisal masker, handsanitizer dan juga sabun-sabun.

“Yang saya tahu, peruntukan dana Covid-19 di Tambangan Tonga hanya pembangunan posko Covid-19 saja. Itu pun dibangun sekitar dua bulan lalu atau sekitar Agustus,” jelasnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa lama Edy Anwar tak memberikan tanggapan saat dihubungi. Beberapa kali ditelpon, yang bersangkutan tak mengangkat.

Sementara pesan WA yang dikirimkan untuk mengkonfirmasi masalah uang Rp127 juta ini, tak dibalas.

Begitu juga saat ditanyakan masalah dana desa Tambangan Tonga tahun 2019, 2020 dan tahap 1 tahun 2021, tak direspon Edy Anwar. (ral/pojoksatu)