Diteror Gara-gara Pinjol, Mahasiswi Bunuh Diri di Kos

Ilustrasi

POJOKSATU.id, BALI – Seorang mahasiswi bunuh diri di kos usai diteror gara-gara pinjaman online (pinjol).


Polisi belum berhasil mengungkap peneror mahasiswi bernama Sara Epanggalia BR. Hombing tersebut.

Sara tewas diduga karena depresi dipermalukan oleh sindikat pinjol lewat media sosial.

Sara ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Jalan Pulau Ambon, Denpasar Barat, Bali pada Jumat 26 Maret sekitar pukul 20.00 WITA.


Dari keterangan dan hasil penyelidikan polisi, diduga kuat korban nekat bunuh diri karena terlilit utang.

“Dugaan sementara korban mengakhiri hidup dengan cara gantung diri akibat terjerat utang atau injaman online (Pinjol),” kata Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi pada Sabtu 27 Maret lalu.

Namun, hingga kini penyelidikan kasus tewasnya Sara seperti jalan di tempat.

Pelaku yang meneror dan mempermalukan Sara di media sosial hingga korban memilih bunuh diri tak terungkap.
Peneror masih berkeliaran bebas. Padahal, Jumat 15 Oktober lalu Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Suinaci membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima 14 laporan dari korban pinjol.

Kasus pinjol ini kembali ramai setelah Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan segera mengusut kasus pinjol illegal di seantero nusantara yang sudah menyusahkan masyarakat.

Di provinsi Bali pun banyak warga yang sudah jadi korban pinjol. Bahkan tak sedikit warga yang dipermalukan sindikat pinjol lewat media sosial. Namun, tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra langsung memberikan instruksi terhadap seluruh jajaran untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Ia mengingatkan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memerintahkan menindak pinjol ilegal.

“Setelah bapak Kapolri memberikan instruksi, polres-polres bergerak, di Polda pun bergerak,” ucap Kapolda, Selasa (19/10).

Kapolda meminta masyarakat yang merasa dirugikan agar langsung melaporkan sebagai pembuka jalan untuk bisa mengungkap kasus pinjol di Bali.

“Untuk di Bali masih didalami keberadaannya. Sebanyak 14 laporan dugaan kasus penipuan perusahaan pinjol seaang kami dalami,” tegas Kapolda.

(rb/don/dre/mar/yor/JPR)