Banyak Oknum Polisi Lakukan Kekerasan, Pakar Hukum Sarankan Segera Pasang Kamera Tubuh di Anggota

Mutasi Polri
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ahli sosiologi hukum Trubus Rahardiansyah mengatakan, peristiwa kekerasan dan penyimpangan yang dilakukan anggota polisi belakangan ini menunjukkan institusi Polri harus melakukan yang lebih komprehensif dan humanis kepada masyarakar.


“Dengan keterbukaan informasi. Inilah mengapa perubahan aspek kelembagaan perlu pendekatan yang lebih komprehensif (humanis),” kata Trubus dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Menurut Trubus, aspek kelembagaan tersebut pangkalnya pada peningkatan fungsi pengawasan terhadap anggota.

Di mana, fungsi pengawasan harus diterapkan di wilayah masing-masing.


Karena itu, kata dia, untuk menerapkan pengawasan terhadap anggota di lapangan, perlu adanya semacam aplikasi digital, yang bisa dapat menangkap rekam jejak anggota mulai dari kehadiran, saat melaksanakan tugas, hingga selesai bertugas.

“Ketika sedang tidak bertugas pun dapat tetap memberikan kontribusi laporan, karena aplikasi tersebut harusnya sangat canggih dapat terkoneksi dengan petugas yang sedang aktif bertugas dan posisinya diketahui,” ungkapnya.

“Dengan bantuan teknologi model pengawasan seperti ini dapat menjadi alat bukti rekam jejak jika terjadi pelanggaran di lapangan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (STR) setelah kasus oknum polisi membanting mahasiswa di Tangerang, Banten, hingga polisi lalu lintas (polantas) menganiaya pengendara sepeda motor di Sumatera Utara.

Telegram itu bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021. Surat telegram tersebut diterbitkan dan ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sigit meminta para Kapolda dan Kapolres menindak tegas para anggota yang melakukan pelanggaran dengan menggunakan kekerasan secara berlebihan.

“(Ada oknum langggar aturan) Perlu tindakan tegas jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana,” kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui Vicon di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

(fir/pojoksatu)