Cerita Patroli Aipda Ambarita, Memburu Penjahat di Saat Warga Terlelap Tidur

Aipda Ambarita

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sosok Aipda Monang Parlindungan Ambarita atau biasa disebut Aipda Ambarita, aksinya yang heroik membuat orang lain kagum dalam memburu pelaku kejahatan di Jalanan.


Dengan menggunakan motor, Aipda Ambarita menembus dinginnya malam untuk menangkap para penjahat atau para pembuat onar.

Dalam sebuah program TV Swasta nasional, wajahnya selalu menghiasi ketika dia dan timnya melakukan patroli, yang bernama Tim Raimas Backbone Polres Jakarta Timur.

Sikapnya yang berani dan tegas, sudah barang tentu membuat ciut nyali para pelaku kriminal.


Salah satu aksinya yang terkenal yaitu ketika ia bersama tim mengamankan pelaku geng motor hingga terlibat aksi kejar-kejaran.

Kemudian ia juga mengungkap aksi pencurian kaca spion mobil, bahkan hingga memburu pelakunya ke wilayah Bekasi.

Namun demikian, belakangan Polisi sangat itu mendapatkan sorotan dari masyarakat atas aksinya yang dianggap menyalahi Standar Operasional prosedur (SOP) Kepolisian, hingga Petinggi Polri pun mengambil sikap dengan memeriksa Ambarita di Propam Polda Metro Jaya.

Berikut  fakta-fakta menarik Aipda Ambarita:

1. Jadi Polisi Tenar dan Aktif di Sosial Media

Aipda Ambarita dan Tim raimas Backbone merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. Ketegasannya dalam memimpin tim tersebut, seringkali diabadikan dalam program di televisi swasta, hingga menjadikannya sebagai “Artis terkenal”. Dia bersama Tim nya kerap bertugas melakukan patroli-patroli untuk mencegah terjadinya tindakan pidana.

2. Sosok Yang Tegas dan Tak Pandang Bulu

Aipda Ambarita dikenal tegas dan selalu berhasil dalam menginterogasi orang-orang yang dianggap melakukan kejahatan. Ia tidak pernah terlihat bercanda dan tanpa basa-basi ketika menangani sebuah kasus kriminal. Bahkan karena ketegasannya, ia menuai hujatan publik ketika tengah memeriksa orang yang diduga melakukan kejahatan, hingga meminta paksa dan memeriksa HP orang tersebut hingga ia disebut menyalahi prosedur.

3. Dimutasi ke Divisi Humas

Sebagai seorang pekerja lapangan, Aipda Ambarita kemudian dimutasi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran ke jabatan yang baru di Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Meski banyak orang yang kemudian menghubungkan kasus pemeriksaan HP itu menjadi penyebab mutasi, namun Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut pemindahan jabatan Aipda Ambarita merupakan hal yang wajar di Kepolisian.

Yusri menyebut Ambarita dibutuhkan oleh Humas Polda Metro karena memiliki daya tarik di media sosial.

“Kenapa dimutasi ke Humas? Karena dia memiliki kelebihan,” kata Kombes Yusri.

Namun demikian, Kombes Yusri mengakui bahwa tindakan Aipda Ambarita memeriksa paksa isi HP warga adalah melanggar prosedur Kepolisian.

“Memang betul kita akui Pak Ambarita itu ada dugaan kesalahan SOP,” tegas Kombes Yusri.

4. Diperiksa Propam Polda Metro Jaya

Tak hanya dimutasi, Aipda Ambarita kini harus berurusan dengan Propam Polda Metro Jaya lantaran aksi viralnya memeriksa hp warga secara paksa. Polda Metro Jaya menyebut Aipda Ambarita diduga melanggar SOP sehingga Propam harus turun tangan memeriksa dirinya.

“Sekarang ini Pak Ambarita diperiksa Propam,” kata Kombes Yusri.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga angkat bicara terkait hal tersebut.

Kompolnas menyebut aksi Aipda Ambarita mengecek paksa hp warga merupakan tindakan keliru.

“Terkait tindakan anggota kepolisian yang langsung mengambil hp milik orang lain tanpa ada dasar hukum dan surat perintah itu keliru,” ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

(dhe/pojoksatu/fin)