Polisi Beberkan Kondisi Korban Pasca Kecelakaan di Tol Merak, Rata-rata Luka di Kepala dan Dada

Tren-Kecelakaan-Mudik-Menurun
Ilustrasi

POJOKSATU.id, TANGERANG- Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menuturkan, dari 28 korban luka atas kecelakaan beruntun truk tangki kimia yang terjadi di ruas tol Tangerang-Merak KM 74.

Kini masih ada 5 korban yang masih mendapat perawatan intensif di RS Sari Asih Kota Serang, dan di RSUD Serang.

“Total dari 28 yang luka, 5 harus menjalani perawatan yang intensif,” kata AKBP Shinto dalam keterangannya, Selasa (9/10/2021).

Menurut Shinto, dari hasil pemeriksaan dokter setempat, korban yang dirawat di RS Sari Asih mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan dada.


“Jadi membutuhkan perawatan intensif,” ujarnya.

Kendati dilakukan perawatan intensif, kata Shinto, ia pastikan para korban mengalami luka bukan dikarenakan terkena zat kimia dari truk tangki milik Sulfindo Adisusaha.

“Para korban tidak tidak terkene dari cairan kimia, tapi dari benda tumpul dan benturan kecelakaan tersebut,” ujarnya.

Karena itu Shinto menyampaikan truk kimia yang mengalami kecelakaan bermuatan h2so4 atau asam sulfat, jika mengenai para korban. Akibatnya bisa melukai dan membuat iritasi bagian tubuh manusia.

Namun hal tersebut tidak ada yang mengenai para korban.

“Kimia ini Jika terhirup, bisa membuat sesak saluran pernapasan manusia. Sehingga saat melakukan penyemprotan, evakuasi korban dan kendaraan, personil Brimob Polda Banten harus mengenakan pakaian khusus,”ujar Shinto.

Sebelumnya kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tangki kimia, bus dan mobil pribadi terjadi di ruas tol Tangerang-Merak KM 74, pada Minggu (17/10/201) malam.

Truk kimia milik PT Sulfindo Adiusaha itu terguling hingga zat kimianya tumpah. Akibatnya satu penumpang bus meninggal dunia di lokasi.

Diduga salah satu faktor awal yang menyebabkan kecelakaan beruntun itu adalah kendaraan truk tangki kimia bernomor plat B-9879-UFU yaitu pecah ban kanan depan.

Akibatnya dari kecelakaan itu satu penumpang tewas dan 28 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke RS Sari Asih dan RS. Drajat Prawira Negara Serang.

(fir/pojoksatu)