Perkembangan Terbaru Kapolsek Diduga Tiduri Putri Tersangka, Ini Kata Polda Sulteng

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik (ist)

POJOKSATU.id, PALU – Perkembangan terbaru disampaikan Polda Sulteng soal dugaan Kapolsek Parigi Iptu IDGN meniduri putri atau anak tersangka yang ditahan di Polsek Parigi.


Menurut Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Pranoto saat dihubungi, Senin (18/10/2021), Kapolsek Parigi Iptu IDGN sedang diproses Propam Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) terkait dugaan meniduri S (20), putri dari seorang tersangka.

Kombes Didik mengatakan, kasus Kapolsek Parigi Iptu IDGN ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Propam Polda.

“Masih proses pemeriksaan, nanti perkembangannya,” tuturnya.


Diterangkan Kabid Humas Polda Sulteng, ayah dari anak perempuan tersebut merupakan tersangka kasus pencurian ternak.

“(Tersangka) pencurian ternak,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Pranoto saat dihubungi, Senin (18/10/2021).

Namun AKBP Didik belum merinci berapa ekor ternak yang dicuri, termasuk soal jenis ternak, yang dicuri tersangka.

“Nggak tahu berapa,” ujarnya lagi.

Berita sebelumnya, oknum Kapolsek di Parigi Moutong Sulteng dituduh mengajak tidur putri seorang tersangka yang mendekam di penjara polsek.

Seorang gadis di Parigi Moutong berinisial S mengaku dijanjikan oleh oknum polisi setempat untuk membebaskan ayahnya yang sedang mendekam di dalam penjara.

Menurut pengakuan gadis S, oknum polisi yang bersangkutan akan membebaskan ayahnya yang sedang tersandung kasus asalkan dia mau tidur dengan oknum tersebut.

Berdasarkan pengakuan S, peristiwa itu terjadi beberapa hari yang lalu, di salah satu hotel di Parigi.

Ia dengan sangat terpaksa mengiyakan ajakan oknum polisi tersebut demi sang ayah. Namun sampai saat ini, ayahnya masih tetap berada di dalam sel tahanan.

“Awalnya saya datang dengan mama. Dia bilang dek kalau mau uang, nanti tidur dengan saya,” ungkap S saat ditemui sejumlah wartawan, Rabu (13/10).

Beberapa pekan setelah itu, oknum polisi tersebut kembali merayu dirinya dan berjanji akan membantu membebaskan ayahnya, jika mau menerima ajakan tersebut.

“Akhirnya saya mau, karena saya pikir papaku mau keluar. Terus dia kasih uang ke saya. Dia bilang ini untuk mamamu, bukan untuk bayar kau,” jelasnya.

Sementara ibu S mengaku sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa putrinya tersebut.

Terungkap juga, awal perkenalan S dan sang polisi saat ibunya sering mengantar makanan untuk suaminya di kantor polisi atau tempat suaminya di penjara.

“Saya sama sekali tidak tahu kejadiannya seperti ini. Saya tidak terima caranya Pak Kapolsek begini, harga dirinya anakku. Saya orang susah,” ujar SI, ibu dari korban S. (ral/int/pojoksatu)