Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Menpora Kena Semprot DPR dan Kena Hujat di Twitter

Tim Indonesia juara Thomas Cup 2020 dengan bendera PBSI

POJOKSATU.id, JAKARTA— Bendera Merah Putih tak berkibar meski Indonesia Juara Piala Thomas Cup 2021. Menpora pun kena semprot DPR dan menjadi trending topic di medsos Twitter.


Kemenpora memang sedang jadi sorotan.

Lantaran tak berdaya menyikapi teguran Badan Antidoping Dunia (WADA) yang berimbas pelarangan merah putih berkibar di Piala Thomas usai Indonesia juara.

Namun lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan usai Indonesia dapat juara.


Euforia kemenangan tim ganda putra bulutangkis Indonesia yang mengangkat trofi piala Thomas terciderai dengan tidak adanya kibaran bendera Merah Putih.

Imbas dari itu, Menpora Zainudin Amali menjadi trending topic di Twitter pada Senin pagi.

Hingga pukul 10.00 WIB, cuitan terkait Menpora sudah lebih 10,5 ribu tweet.

“Prestasi tim Thomas Cup 2020 tentu sangat luar biasa. Sayangnya janji Kemenpora dalam merespons ancaman sanksi WADA ternyata tak terbukti di lapangan,” jelas Ketua Komisi XI DPR RI, Saiful Huda, Senin (18/10).

“Akibatnya Merah Putih tak berkibar dalam peristiwa bersejarah itu,” katanya lagi.

“Saat itu Pak Menpora menyatakan jika WADA bersedia menunggu sampel uji doping di PON Papua untuk memenuhi batas minimal TDP atlet Indonesia,” jelasnya.

“Ternyata Indonesia resmi disanksi sehingga Merah Putih tidak berkibar meskipun Hendra Setiawan dkk berhasil mengembalikan Piala Thomas ke Tanah Air,” katanya.

Sebelumnya, WADA mengirim formal notice terkait status Indonesia yang dinilai tidak mengikuti standar Test Doping Plan (TDP) pada 15 September 2021.

WADA memberikan kesempatan 21 hari kepada Indonesia untuk memberikan klarifikasi.

Jika klarifikasi tidak dilakukan maka Indonesia akan menerima sanksi berupa pelarangan menyelenggarakan event olahraga internasional di tanah air maupun pelarangan pengibaran bendera Merah Putih di luar negeri.

Menpora Zainudin Amali beberapa waktu lalu berjanji akan bergerak cepat memberikan klarifikasi kepada WADA agar terhindar dari sanksi.

Saat itu, Menpora bersama Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) akan segera memenuhi tes doping atlet Indonesia.(ral/rmol/pojoksatu)