Kadin: Jabar Pintu Pemulihan Ekonomi Nasional Akibat Pandemi

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, dalam Webinar Komite Pemilihan Ekonomi Daerah (KPED) bertajuk 'Peran Startegis Jawa Barat dalam Memulihkan Ekonomi', Senin (18/10/2021)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kamar Dagang Indonesia (Kadin) menilai Jawa Barat (Jabar) merupakan provinsi yang startegis dalam memulihkan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi Covid-19 karena memiliki sejumlah keuggulan, utamanya wisata alam.

Apalagi, dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban yang menerapkan 4.0 akan menambah peluang lapangan pekerjaan yang bisa memicu pemulihan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Kadin Arsjad Rasjid dalam Webinar Komite Pemilihan Ekonomi Daerah (KPED) bertajuk ‘Peran Startegis Jawa Barat dalam Memulihkan Ekonomi’, Senin (18/10/2021).

“Pelabuhan Patimban yang menerapkan 4.0 membuat Jawa Barat akan menjadi sentral ekonomi nasional,” ucapnya.


Arsad juga memprediksi Jabar akan menjadi jendela otomotif Indonesia. Bukan saja pemulihan ekonomi Jabar, tapi juga nasional.

Menurutnya, peran Jabar dalam memulihkan ekonomi nasional sepanjang pandemi Covid-19 sudah terbukti.

“Jawa Barat adalah pintu nasional, sehingga memiliki peran penting dalma pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Neneng Komara memaparkan pendapatan Provinsi Jabar.

Sepanjang Triwulan II 2021, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA).

Kemudian ditambah dengan Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) dengan total Rp72 triliun.

Dari hasil tersebut, sambung Neneng Komara, 40 persen dari industri otomotif, kawasan, perumahan dan logistik.

Selanjutnya, biaya distribusi terhadap GDB sekitar 27 persen, transportasi 12,04 persen, adminstritioan 4,52 persen dan stroge 9.47 persen.

Biaya transportasi domestik di dominasi transportasi darat sebesar 72,21 persen.

“Lebih dari 90 persen perdagangan dunia dilaksanakan melalui jalur laut dan 40 persen melaui perairan Indonesia,” kata Neneng Komara. (muf/pojoksatu)