Dikritik DPR dan Dihujat di Twitter, Begini Tanggapan Menpora Zainudin Amali

Tim Indonesia juara Thomas Cup 2020 dengan bendera PBSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menpora Zainudin Amali menanggapi tak bolehnya bendera Merah Putih berkibar usai Indonesia raih Piala Thomas Cup. Menpora sudah dikritik DPR dan juga dihujat di Twitter.


Hingga Senin siang, unggahan atau tweet mengenai Menpora sudah 15,6 ribu cuitan.

Netizen atau pengguna Twitter rata-rata mempertanyakan kinerja Menpora soal persyaratan tes doping atlet yang berujung dilarangnya bendera Merah Putih berkibar.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menyebut Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) tidak dapat memenuhi sebagian jumlah sample doping sebagaimana TDP karena adanya pandemi Covid-19.


“LADI sudah menyampaikan alasan tidak dapat memenuhi sebagian jumlah sample doping sebagaimana TDP karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebakan semua kegiatan olahraga di Indonesia dihentikan,” jelas Menpora Zainudin Amali, Senin (18/10).

“Untuk sample doping dalam TDP tahun 2021 akan dipenuhi melalui sample dari PON XX yang sedang dalam proses pengiriman ke Lab tes doping di Qatar,” katanya sebagaimana dikutip dari tvonecom.

Zainudin Amali menegaskan, pembenahan manajemen di internal LADI tengah dilakukan. Ia berharap masalah ini bisa segera terselesaikan.

“Pembenahan manajemen di internal LADI juga sedang dilakukan. Semoga masalah ini segera bisa diselesaikan,” katanya.

“Untuk sementara yang masih diperbolehkan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya,” kata dia lagi.

Sebelumnya, kritik disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Saiful Huda kepada Menpora soal tak berkibarnya Merah Putih ini.

Menurutnya, euforia kemenangan tim ganda putra bulutangkis Indonesia yang mengangkat trofi piala Thomas terciderai dengan tidak adanya bendera Merah Putih.

“Prestasi tim Thomas Cup 2020 tentu sangat luar biasa. Sayangnya janji Kemenpora dalam merespons ancaman sanksi WADA ternyata tak terbukti di lapangan,” jelas Ketua Komisi XI DPR RI, Saiful Huda, Senin (18/10).

“Akibatnya Merah Putih tak berkibar dalam peristiwa bersejarah itu,” katanya lagi.

“Saat itu Pak Menpora menyatakan jika WADA bersedia menunggu sampel uji doping di PON Papua untuk memenuhi batas minimal TDP atlet Indonesia,” jelasnya.

“Ternyata Indonesia resmi disanksi sehingga Merah Putih tidak berkibar meskipun Hendra Setiawan dkk berhasil mengembalikan Piala Thomas ke Tanah Air,” kata anggota DPR ini lagi. (ral/int/pojoksatu)