Dicecar 42 Pertanyaan Oleh Penyidik Terkait Penipuan CPNS, Olive Malah Minta Didoakan, Katanya..

Anak penyanyi lawas, Nia Daniaty bernama Olivia Nathania alias O akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro/fidausi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kasus penipuan CPNS oleh anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania, telah rampung menjalani pemeriksaan


Usai diperiksa, pengacara Olivia, Susanti mengaku kliennya dicecar 42 pertanyaan.

Jika diakumulasi dengan pemeriksaan sebelumnya, total ada 83 pertanyaan.

Pada pemeriksaan pertama, Olivia diberondong 41 pertanyaan oleh penyidik.


Namun, dia mengaku tidak bisa merinci apa yang ditanyakan karena masuk ke dalam ranah penyidik.

“Dari yang kemarin ya sambungannya, jadi pertanyaannya juga gak jauh,” ucap Susanti di Markas Polda Metro Jaya, Senin 18 Oktober 2021.

Sementara itu, Olivia sendiri tidak berkata banyak juga usai diperiksa.

Masih sama seperti saat tiba di Mapolda Metro Jaya siang tadi, dirinya masih saja mengklaim kalau dia sedang sakit.

Dia mengaku kini berharap didoakan agar bisa melewati jalannya kasus ini. Olivia mengaku akan mengikuti jalannya kasus.

“Kondisinya yang pasti saya lagi kurang sehat. Tapi, semoga semuanya dilancarin saja,” kata Olivia menambahkan.

Untuk diketahui, anak Nia Daniaty, Olivia Nathania terseret hukum atas tuduhan dugaan penipuan dengan modus bisa memasukkan orang menjadi PNS. Olivia dilaporkan dengan laporan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 23 September 2021.

Pengacara korban, Odie Hodianto menyebut ada ratusan korban lainnya yang jadi terduga korban penipuan oleh Olivia.

“Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp9,7 miliar lebih,” ujar Odie di Markas Polda Metro Jaya.

Anak Nia Daniaty juga tak membantah soal menerima uang Rp25 juta per orang. Perempuan yang akrab disapa Oi itu untuk kegiatan operasional tes CPNS.

“Tetapi, dengan nilai Rp25 juta itu digunakan untuk apa, kalau ditanya saya punya untuk dari situ wajar tetapi Rp25 juta ini untuk pengajar, sewa tempat dan lain-lain,” kata Olivia.

(dhe/pojoksatu)