Jari 98 Sebut Ada Pihak yang Mulai Goreng Kasus Smackdown Mahasiswa, Buktinya..

Polisi smackdown mahasiswa

POJOKSATU.id, JAKARTA- Wasekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Donny Fraga Wijaya turut mengomentari insiden dibantingnya mahasiswa bernama Faris oleh anggota polisi di Tangerang.


Donny mengapresiasi gerak cepat Kapolda Banten dalam menangani persoalan tersebut secara tuntas.

“Alhamdulillah Faris baik-baik saja, dan hasil pemeriksaan medis (Faris) bisa pulang. Kapolda Banten dan Bupati Tangerang memang gercep tangani masalah ini hingga tuntas,” kata Donny dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/10/2021).

Donny mengingatkan pihak lain agar tak memanfaatkan situasi dan insiden tersebut untuk mendeskreditkan korps Bhayangkara dan memprovokasi mahasiswa.


Apalagi, oknum polisi terse ut sudah diperiksa pihak Propam Polda Banten

“Jadi jangan ada pihak yang memanfaatkan situasi lagi untuk membuat kegaduhan dan mengganggu situasi Kamtibmas agar tidak kondusif,” ujarnya

Karena itu, Donny berharap agar oknum provokator yang memanfaatkan situasi tersebut segera insyaf. Serta tidak menggiring opini sesat untuk menebar kebencian yang ditujukan kepada aparat kepolisian.

“Kami curigai ada pembusukan dan memanfaatkan situasi yang ada. Jadi stop provokasi sekali lagi untuk membenci aparat Kepolisian,” tururnya.

Seperti diketahui, viral video seorang peserta aksi di Tangerang dibanting polisi ala ‘smackdown. Aksi tersebut terjadi saat mahasiswa dari berbagai kelompok dibubarkan polisi di depan Kantor Bupati Tangerang.

Demo ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.

Awalnya demo ini digelar secara damai, namun sejumlah massa mulai ricuh dengan petugas hingga terjadi L aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Dalam video yang beredar, anggota kepolisian membubarkan massa secara paksa. Sejumlah mahasiswa pun mulai ditangkap.

Lantas seorang anggota kepolisian berseragam serba hitam menarik salah satu peserta aksi dari kericuhan.

Polisi berseregam hitam kemudian mengunci tubuh mahasiswa tersebut, lalu diangkat kemudian dibanting ke lantai.

Mahasiswa yang dibanting itu sontak tergeletak. Ia sempat tak sadarkan diri. Sejumlah anggota kepolisian pun menghampiri dan membangunkan mahasiswa tersebut. Namun tampak terlihat mahasiswa tersebut sudah tak berdaya.

Atas hal tersebut, Kapolda Banten juga turut menyampaikan permintaan maafnya kepada mahasiswa berinisial MFA (21) atas aksi anggotanya Brigadir NP.

Permintaan maaf itu langsung disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri

“Kami Polda Banten melalui Polresta Tangerang meminta maaf kepada saudara MFA dan keluarga atas insiden kejadian ini,” ucap Wahyu di Tangerang, Rabu malam (13/10/2021)

Wahyu memastikan kondisi MFA baik, hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan oleh dr. Florentina Maas.

Hasil pemeriksaan anggota tubuh dan rontgen torax MFA baik.

“Sudah dilakukan pengecekan tubuh dan rontgen torax, dengan kesimpulan riksa fisik baik, kesadaran composmentis (sadar penuh) dengan suhu 36,5 derajat dan diberikan obat juga vitamin,” ujarnya.

(fir/pojoksatu)