IJTI: Pelaku Penyebar Hoak bukan Direktur TV, Tayangnya Cuma di Youtube, Polisi Diminta Tindak Tegas Pelaku

Demo Tenaga Kerja Asing Morowali
Ilustrasi Hoaks

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal Kuda Tomy Iskandar menegaskan, konten yang disebar oleh pelaku inisial A yang ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong dan SARA itu bukanlah produk jurnalistik.


Pasalnya pelaku A yang disebut-sebut sebagai Direktur TV Lokal itu ternyata hanya akun youtube Aktual TV.

“Itu konten youtube “Aktual TV” murni media sosial bukan perusahaan pers yang resmi,” kata Tomy dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

Menurut Tomy, konten dalam akun Aktual TV itu jelas bukanlah sebuah produk jurnalistik yang sesuai Kode Etik Jurnalis yang dilindungi UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.


Serta bukan pula lembaga penyiaran resmi sesuai UU 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

“Kami meminta aparat penegak hukum agar supaya tidak ragu dalam menindak tegas pelakunya,” ungkapnya.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah Tapal buka- bukaan soal identitas
Direktur TV lokal yang ditangkap atas kasus penyebaran berita bohong dan SARA.

Berdasarkan informasi yang didapat IJTI Tapal Kuda dari beberapa sumber ternyata tiga pelaku yang diamankan Polres Jakpus itu berinisial A, M, dan F.

Inisial A yang disebut Polres Jakpus sebagai direkturnya kebetulan juga merupakan seorang direktur di PT. Bondowoso Salam Visual Nusantara Satu yang memiliki siaran lokal bernama BSTV yang beralamat di Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambersari Darussolah Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, Direktur TV yang ditangkap atas kasus penyebaran berita bohong dan SARA merupakan direktur swasta tv lokal nasional.

Kini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Pusat.

“Direktur TV lokal ya bukan nasional, sekarang masih diperiksa intensif,” kata Hengki saat dihubungi, Kamis (14/10/2021).

Hengki belum menjelaskan secara detail kronologis penangkapan yang bersangkutan. Termasuk indentitas pelaku.

Namun, kata dia kasus penangkapan tersebut akan dirilis oleh Kapolda Metro Jaya pada Jumat besok.

(fir/pojoksatu)