Begini Nasib Polisi yang Banting Mahasiswa di Tangerang, Dikenakan Pasal Berlapis Hingga Resmi Ditahan

Polisi smackdown mahasiswa

POJOKSATU.id, JAKARTA-Brigadir NP, polisi yang membanting seorang mahasiswa di Tangerang akhirnya ditahan di ruang tahanan khusus Bid Propam Polda Banten.

Penahanan itu dilakukan terhitung sejak Kamis ( 14/10/2021).

“Guna kepentingan pemeriksaan dan pemberkasan, saat ini NP ditempatkan di ruang tahanan Bidropam Polda Banten,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitongan dalam keterangannya, Jumat (15/10/2021).

AKBP Shinto tak membeberkan berapa hari penahanan Brigadir NP. Namun sejak Rabu kemarin Brigadir NP sudah dilakukan pemeriksaan maraton.


Bahkan saat ini kasus Brigadir NP tersebut sudah diambil alih oleh Polda Banten.

“Sejak Rabu NP sudah dilakukan pemeriksaan maraton oleh Bidpropam Polda Banten,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata AKBP Shinto, dalam aturan interbal Polri Brigadir NP juga dikenakan pasal berlapis.

Namun AKBP Shinto tak merinci soal pasal yang dikenakan terhadap
Brigadir NP.

“NP dikenakan pasal berlapis, sehingga sanksi yang akan diberikan NP juga menjadi lebih berat,” ujarnya.

Seperti diketahui, viral video seorang peserta aksi di Tangerang dibanting polisi ala ‘smackdown. Aksi tersebut terjadi saat mahasiswa dari berbagai kelompok┬ádibubarkan polisi di depan Kantor Bupati Tangerang.

Demo ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389.

Awalnya demo ini digelar secara damai, namun sejumlah massa mulai ricuh dengan petugas hingga terjadi L aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Dalam video yang beredar, anggota kepolisian membubarkan massa secara paksa. Sejumlah mahasiswa pun mulai ditangkap.

Lantas seorang anggota kepolisian berseragam serba hitam menarik salah satu peserta aksi dari kericuhan.

Polisi berseregam hitam kemudian mengunci tubuh mahasiswa tersebut, lalu diangkat kemudian dibanting ke lantai.

Mahasiswa yang dibanting itu sontak tergeletak. Ia sempat tak sadarkan diri. Sejumlah anggota kepolisian pun menghampiri dan membangunkan mahasiswa tersebut. Namun tampak terlihat mahasiswa tersebut sudah tak berdaya.

Atas hal tersebut, Kapolda Banten juga turut menyampaikan permintaan maafnya kepada mahasiswa berinisial MFA (21) atas aksi uluh anggotanya Brigadir NP.

Permintaan maaf itu langsung disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho melalui Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri

“Kami Polda Banten melalui Polresta Tangerang meminta maaf kepada saudara MFA dan keluarga atas insiden kejadian ini,” ucap Wahyu di Tangerang, Rabu malam (13/10/2021)

Wahyu memastikan kondisi MFA baik, hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan oleh dr. Florentina Maas.

Hasil pemeriksaan anggota tubuh dan rontgen torax MFA baik.

“Sudah dilakukan pengecekan tubuh dan rontgen torax, dengan kesimpulan riksa fisik baik, kesadaran composmentis (sadar penuh) dengan suhu 36,5 derajat dan diberikan obat juga vitamin,” ujarnya.

(fir/pojoksatu)