Ekonomi Bangkit, Akademisi dan Perguruan Tinggi Didorong Topang UMKM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Upaya pemulihan ekonomi nasional dampak pandemi Covid-19 sudah mulai terlihat dengan mulai kembalinya aktivitas PMI manukfaktur pada September yang mencapai angka 52,2.


Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sosialiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10/2021).

Airlangga menyebut, UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi nasional.

Karena itu, pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan.


Salah satunya meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan.

Guna mempercepat pemulihan UMKM di masa pandemi, pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021.

Yang pertama sebesar Rp220 triliun rupiah ke Rp253 triliun rupiah dan ditingkatkan menjadi Rp285 triliun.

Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak hanya terwujud dalam pemberian suku bunga KUR yang rendah, tetapi juga ada tambahan subsidi bunga dari 6 persen menjadi 3 persen di tahun 2021.

“Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah dan Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari 50 juta rupiah menjadi 100 juta rupiah,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah juga melakukan relaksasi KUR, termasuk penundaan angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan tambahan limit plafon KUR serta relaksasi persayaratan administrasi.

Akan tetapi, tekan Airlangga, diperlukan juga dorongan dari berbagai stakeholders, di antaranya dengan melibatkan akademisi.

Karena itu, Airlangga mengajak akademisi untuk ikut mendorong dan mengembangkan UMKM.

“Kegiatan sosialiasi KUR kepada Universitas atau Perguruan Tinggi diharapkan dapat mengoptimalisasi pusat-pusat pengembangan inkubasi bisnis di lingkungan kampus yang dapat didukung melalui pembiayaan KUR,” tutur Airlangga.

emerintah mengharapkan pemuda yang sebagian besar berasal dari mahasiswa di kampus bisa menjadi wirausahawan baru dan Pemerintah menargetkan di tahun 2024 mencapai 3,9 persen wirausahawan baru yang berasal dari pemuda.

Sosialisasi KUR kepada akademisi hari ini diharapkan bisa dilakukan sebagai perwujudan kolaborasi antara Pemerintah dengan lembaga penyalur KUR.

“Semoga UMKM dapat naik kelas. Dan upaya ini utamanya diharapkan dapat membangkitkan UMKM di pasca pandemi Covid-19,” pungkas Menko Airlangga. (*/ruh/pojoksatu)